Suami Kasar dan Cemburuan, Jalanin Saja

Indun (38), nama samaran, termasuk sosok istri salehah. Ia tetap mempertahankan rumah tangganya meski mempunyai suami, sebut saja (Gopar), yang sifatnya kasar dan cemburuan.  Oalah.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Ciruas, Indun siang itu terlihat sibuk membungkus kerupuk untuk dijual di warung-warung tetangga. Sambil bekerja, Indun pun bercerita tentang yang dirasakannya saat itu. Ia membeberkan sifat suaminya yang kasar dan cemburuan yang membuatnya sempat mengucap kata cerai.

Indun bertemu Gopar di pasar malam. Waktu itu Gopar yang duluan mengajak kenalan. Maklum, saat itu Indun masih remaja atau cabe-cabean. Sekarang sudah jadi sambel. Indun yang masih ABG malu-malu setiap diajak mengobrol, padahal sama-sama suka. Dulu belum mempunyai ponsel. Untuk melancarkan pertemanan dengan Gopar, Indun memberikan alamat rumahnya. Alhasil, setiap malam Minggu Gopar sering apel ke rumahnya.

Sebetulnya, Gopar tidak terlalu tampan, badannya tinggi tegap, kulitnya juga hitam. Lain dengan Indun yang parasnya lumayan cantik, kulitnya juga putih mulus, rambutnya ikal menawan, dan bodi aduhai. Hanya badannya sedikit melebar. Cantik Indun alami tanpa mikap, penampilannya juga sederhana. Namun, alasan Indun memilih Gopar karena perhatiannya yang bisa membuat nyaman. “Mas Gopar tuh dulu orangnya perhatian banget, suka bikin geer, tapi bikin nyaman kalau dekat dia,” pujinya. Eaaaa.

Singkat cerita, sejak pertemuan itu, komunikasi mereka semakin intens. Merasa ada kecocokan, keduanya sepakat menjalin hubungan. Proses pecaran tak berlangsung lama karena kedua orangtua Indun langsung meminta Gopar segera melamar anaknya. Kebetulan ekonomi keluarga Gopar saat itu sedang jaya-jayanya. Orangtua Gopar punya usaha jual beli kerbau. Tak banyak pikir, Gopar langsung menyambut tawaran keluarga Indun.  “Mas Gopar datang sama keluarganya ke rumah lamaran, langsung diterima dong,” akunya. Asyik dong.

Dua minggu pascalamaran, Gopar dan Indun menikah. Keduanya pun merasakan kebahagiaan. Setahun kemudian, mereka dikaruniai anak yang membuat rumah tangga semakin harmonis. Untuk urusan ekonomi, Indun tidak terlalu kesulitan, semua dibantu keluarga Gopar. “Alhamdulillah kita juga dibantu pas mau ngebangun rumah,” katanya. Bantu ngaduk gitu.

Gopar yang waktu itu masih ikut bisnis dengan bapaknya, memutuskan berhenti berkecimpung di usaha jual beli kerbau dan beralih menjadi karyawan pabrik. Dari sejak itu pula sifat Gopar berubah. Wujud aslinya keluar setelah dirasa ekonomi rumah tangga semakin sulit setelah dua tahun berumah tangga. Gopar jadi sering marah-marah meski gegara hal sepele. “Seperti saat itu Mas Gopar pulang malam, saya ketiduran. Lama bukain pintu, dia ngamuk, bahkan sampai hampir mau gampar saya,” kesalnya. Segitunya sih.

Namun, Indun mencoba bersabar dan berpikir positif jika suaminya sedang kelelahan setelah seharian bekerja. Namun, semakin hari Indun semakin curiga bahwa sikap emosi yang ditunjukkan Gopar memang sifat aslinya. Hampir setiap hari Gopar bicara dan berlaku kasar, baik ke Indun maupun ke anaknya. “Padahal anak nakal kan biasa, tapi sering dibentak dia (Gopar-red),” keluhnya. Kok gitu sih.

Hingga suatu hari, Gopar memberikan kabar kalau dia kerja lembur dan tidak pulang selama dua hari. Hari kedua, datanglah laki-laki seusia remaja yang tak lain sepupu Indun, anak dari bibinya dari Tangerang yang hendak menumpang istirahat. “Karena sudah malam, namanya dengan saudara ya diizinin aja kan. Saya juga bilang dulu kok ke Pak RT di samping rumah,” aku Indun. Terus-terus?.

Paginya, Gopar pulang dan melihat sepupu Indun itu berada di salah satu ruangan rumahnya. Tanpa bertanya kepada Indun, Gopar langsung meluapkan emosinya. Sepupu indun dibekap Gopar sampai memperlihatkan wajah ketakutan. Indun yang sedang masak di dapur langsung berlari melerai. Namun, Gopar yang gelap mata malah menuduh istrinya selingkuh.

Indun terus mengelak dan menjelaskan soal sepupunya itu, tetapi Gopar tidak peduli hingga mengucap kata cerai. Beruntung Ketua RT setempat datang dan melerai hingga musyawarah. “Untung ada Pak RT yang jelasin kalau saya sudah laporan, Kang Gopar akhirnya minta maaf,” tukasnya.

Namun, setelah kejadian itu sifat Gopar tak kunjung berubah. Meski begitu, Indun masih bertahan demi anak-anaknya. “Lagian kalaupun cerai belum tentu hidup saya bakal jadi lebih baik,” pungkasnya. (mg06/zai/ags)