Kisah rumah tangga Mimi (38) nama samaran, cukup memilukan. Mimi memiliki suami, sebut saja Culay (39), yang hobi mabuk-mabukan. Kondisi itu, membuat Mimi sering ditelantarkan suami karena lebih sayang minuman keras ketimbang anak istri. Yassalam.

Kedatangan Radar Banten di kediaman Mimi di wilayah Kecamatan Tunjungteja disambut dengan senyum ramah berseri. Saat itu penampilan Mimi cukup menggoda, hanya mengenakan kaos hitam dan rok ketat, padu dengan kulitnya yang putih mulus dan bodinya yang aduhai. Biang pokoknya. Bikin ngiler para lelaki buaya deh. Kepada Radar Banten, Mimi pun berkenan menceritakan kisah pilu rumah tangganya.

Mimi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Sejak kecil karakter Mimi sudah terlihat. Ia perempuan yang baik, penurut, penyabar, dan tegar. Terlahir dari keluarga elit alias ekonomi sulit, Mimi tak pernah mengeluh. Menyadari kedua orangtuanya hanya buruh tani, Mimi pun menunjukkan keseriusannya untuk mengangkat derajat orangtua.

“Saya capek hidup susah terus. Alhamdulillah, berkat giat belajar demi menggapai cita-cita dulu, dari SD sampai SMA selalu mendapat ranking satu di kelas,” ucapnya percaya diri.

Kegigihan yang ditunjukkan Mimi berbuah hasil. Lulus SMA, Mimi sukses mewujudkan mimpinya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni kuliah melalui jalur beasiswa. Tak sedikit pun terlintas di benak Mimi untuk menjalin hubungan dengan laki-laki. Mimi hanya fokus belajar meski banyak sudah laki-laki yang mengincarnya. Terutama pria hidung belang dan mata keranjang. Sayangnya, lulus kuliah Mimi dipaksa kedua orangtuanya yang ingin menimang cucu untuk segera menikah. Nasibmu Mi.

“Padahal saya pengin kerja dulu, enggak ada sama sekali pikiran buat menikah,” akunya.

Atas desakan orangtuanya itu, Mimi pun tak berdaya dan tak bisa menikmati masa muda maupun menggapai cita-citanya untuk berkarir. Sampai akhirnya, Mimi dikenalkan dengan pria pilihan orangtua. Tentu saja pria itu adalah Culay.

“Saya sempat ngambek. Kata orangtua, Culay sudah kerja dan bisa meringankan beban orangtua dan biayai sekolah adik-adik saya,” keluhnya.

Mimi mengakui, pandangan pertama melihat Culay begitu menggoda. Apalagi, Culay mengaku sudah mapan, bekerja di salah satu perusahaan ternama di Serang dan punya penghasilan lumayan yang menjadi tolok ukur orangtuanya. Culay juga pandai menutupi kekurangannya dengan berlaga seolah paham agama. Padahal baca surat Al-Fatihah saja belepotan. Buset dah.

Singkat cerita, setelah berkenalan beberapa hari, Mimi menerima disandingkan dengan Culay ke pelaminan. Awalnya Culay menjalani perannya sebagai suami dengan baik. Culay juga sabar menghadapi Mimi yang suka uring-uringan sehingga rumah tangga mereka di awal-awal masih berjalan rukun dan harmonis sampai diberikan momongan. Ekonomi keluarga juga terbantu dengan Mimi yang diterima bekerja sebagai tenaga guru honorer. “Waktu itu saya cuma bisa pasrah dengan keadaan. Saya uring-uringan karena memang enggak nikah dulu. Tapi, ya sudahlah. Toh, dia sudah jadi suami,” ujarnya.

Seiring waktu, ekonomi rumah tangga Mimi dan Culay semakin sulit. Culay menjadi pengangguran setelah kontrak kerjanya habis. Lama menganggur karena sulit mencari pekerjaan baru, Culay yang sudah putus asa sikapnya mulai berubah. Nasib baik masih menghinggapi Mimi yang lulus seleksi menjadi ASN. Perubahan status Mimi sedikit mengubah ekonominya.

Sampai akhirnya, lahirlah anak kedua. Kebahagiaan juga dirasakan Culay yang masih berstatus pengangguran. Beruntung Culay masih punya tanggung jawab sebagai suami. Tak ingin disebut sebagai parasit, Culay pun mencari peruntungan menjadi tukang ojek dan membantu saudaranya menggarap kebun. Biasa awalnya.

Namun, lahirnya anak kedua dan status yang disadang Mimi sebagai pegawai negeri, membuat hubungannya dengan Culay sedikit renggang. Entah karena malu karena kalah status dari istri atau bagaimana. Prahara rumah tangga pun datang ketika Mimi berlibur ke luar kota dan menitipkan anaknya kepada Culay. Pulang liburan, Mimi mendapati anaknya yang jatuh sakit. Sang ayah hanya memberinya kompres dan selimut. Mimi geram karena uang yang dititipkannya ke Culay malah dipakai untuk mabuk-mabukan. Yaelah Culay. “Kesal saya. Anak sakit bukannya dibawa ke rumah sakit. Bapaknya malah mabuk-mabukan,” ketusnya. Oalah.

Sejak itu, Mimi pun tak memaafkan sikap suami dan menceraikannya tiga bulan pasca kejadian itu. Mimi pun meninggalkan Culay dan mengurus anaknya sendiri dengan status janda anak dua. “Mending jadi janda daripada punya suami tukang mabuk-mabukan,” tandasnya. Ya, mudah-mudahan pilihan Mimi adalah yang terbaik. Amin. (mg06/zai/ira)