Suami Tak Bisa Kerja, tapi Masih Setia

0
443 views

Kisah rumah tangga Leha (34) nama samaran sungguh mengenaskan. Menjalani rumah tangga dengan suami yang usianya 11 tahun lebih tua, sebut saja Jaka (45), Leha harus bekerja keras cari nafkah lantaran Jaka sering sakit-sakitan. Astaga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Jawilan, siang itu Leha sedang memanggul bakul berisi makanan ringan seperti gorengan, mi, dan lemper. Sambil melayani, Leha curhat soal rumah tangga.

Katanya sih, dulu Leha dipaksa menikah saat usia 14 tahun. Tapi rumah tangganya hanya bertahan dua tahun karena masalah ekonomi. Bersama suami pertama Leha memiliki satu anak. Lalu Leha menikah lagi dengan lelaki yang usianya lebih tua sebelas tahun, sebut saja Jaka (45).

Bersama Jaka, Leha mencoba berbagai usaha. Tapi belasan tahun berumah tangga, ekonomi mereka tak berubah. Rumah pun masih menumpang di tanah milik saudara. “Namanya orang kampung jadi susah nyari duitnya,” keluh Leha.

Sekilas, Leha masih terlihat muda dan segar, tak ada yang menyangka kalau Leha sudah punya anak empat. Kulitnya cokelat, mulus, dan seksi. Berbeda dengan Jaka, kata Leha, suaminya itu sudah tak kuat berjalan jauh. Kesehariannya lebih banyak dihabiskan di kebun dan tiduran. Tubuhnya juga kurus kering, kepalanya botak dan sering sakit-sakitan. “Suami saya kena penyakit diabetes, dulu gemuk sekarang badannya kurus,” akunya.

Diceritakan Leha, perjumpaannya dengan Jaka bermula di rumahnya. Waktu itu bapaknya datang bersama Jaka dan keluarga. Mungkin lantaran malu Leha lama menjanda, jadi dicarikan jodoh. “Nama orang zaman dulu mah kalau dijodohin enggak bisa nolak, ya sudah deh diterima,” katanya.

Seminggu kemudian Leha dan Jaka pun menikah dengan pesta sederhana. Mengundang tetangga dan saudara, keduanya berbahagia. Leha sempat tinggal di rumah Jaka selama setahun. Namun, mereka pindah ke rumah keluarga Leha setelah ayah Leha meninggal dunia.

Mengawali rumah tangga, Leha berusaha melayani suami semampunya. Terkadang Leha bingung karena tak mengerti kemauan Jaka, Jaka pun tidak mau mengerti dengan kondisi Leha dan malah sering marah-marah. “Awal-awal saya kayak tersiksa gitu, belum kenal banget kan sama Kang Jaka,” katanya. 

Tapi setahun kemudian hubungan mereka mulai berjalan lancar. Meski Jaka cuma bekerja di sawah dan kebun, tapi tetap setia menjalani rumah tangga. Bahkan saking romantisnya, di tahun kelima rumah tangga bersama Jaka, Leha sudah melahirkan dua anak.

Jangka kelahiran anak-anak Leha pun tak terlalu jauh. Setahun setelah melahirkan, ia sudah mengandung lagi. Setelah melahirkan anak keempat, barulah Jaka mulai sering sakit-sakitan. “Mungkin karena kecapean kali ya, dia sudah enggak kuat kerja keras lagi,” kata Leha. Waduh.

Ekonomi rumah tangga merka semakin payah. Sedangkan kebutuhan hidup semakin bertambah. Anak-anak yang mulai masuk sekolah, makan sehari-hari, dan keperluan lain membuat Leha pusing tujuh keliling. Akhirnya Leha pun nekat berjualan jajanan dengan modal seadanya. “Mau buka warung enggak punya modal,” keluh Leha.

Namun, Leha tak menyerah pada keadaan. Meski dalam sehari ia hanya bisa mendapat uang lima ribu sampai dua puluh ribu rupiah bahkan tak dapat sama sekali, ia tetap berjualan keliling kampung. Berharap rezeki yang lebih besar untuk biaya anaknya sekolah dan makan. “Saya bersyukur sajalah, yang penting masih bisa bertahan hidup walaupun susah,” katanya.

Semangat ya Teh Leha, semoga Kang Jakanya diberi kesehatan lagi supaya bisa cari nafkah. Amin. (mg06/zee/ags)