Suami Utang ke Mertua, Istri Tersiksa

Leha (42), nama samaran, tak habis pikir dengan kelakuan suaminya, sebut saja Badrun (44). Sudah punya utang ke mertua, tapi malas membayar dan bersikap kasar. Jadilah Leha tak enak hati setiap hari kepada orangtua dan keluarga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Ciruas, Leha siang itu sedang mengasuh putrinya yang masih balita di depan rumah. Ketika diajak mengobrol, ternyata Leha sedang galau meratapi nasib rumah tangganya.

Leha merasa hidupnya bagai tinggal di neraka. Sudah menumpang di rumah kontrakan milik bapaknya, eh suaminya punya utang dan bertingkah semaunya lagi. Apalah daya, sindiran saudara dan tetangga jadi makanan sehari-hari. “Saya cuma bisa nangis kalau malam, menderita hidup kayak gini,” keluhnya. Duh, sabar Teh.

Soalnya, kata Leha, orang seperti Badrun memang tidak bisa diajak mengobrol baik-baik. Sikapnya tempramen dan egois. Hanya karena sudah ada anaklah, Leha masih mau merawat Badrun sebagai suami. “Saya enggak tahu apa dia masih sayang ke saya, sikapnya gampang marah,” kata Leha.

Leha bertemu dengan Badrun di tempat kerja. Waktu itu mereka rekan satu bagian di pengepakan. Karena setiap hari bertemu, akhirnya mereka saling mengenal dan jatuh cinta. Kata Leha, kalau dilihat dari fisik, Badrun memang oke, tubuhnya tinggi dan wajahnya tampan. Tapi, Badrun banyak tidak disukai orang karena sikapnya yang emosional.

“Teman yang sudah lama dan tahu karakter dia sih bakal santai aja, tapi kalau yang baru kenal pasti enggak bakal akrab sama dia,” katanya.

Leha lumayan cantik. Bodinya juga bak gitar spanyol. Meski tidak dianugerahi kulit putih mulus, tapi penampilannya anggun dengan baju gamis dan kerudung sebahu. “Pas lagi pacaran mah Kang Badrun enggak pernah marahin saya, malah dia bikin saya nyaman banget,” akunya.

Setelah dua tahun pacaran, Leha dan Badrun menikah. Mereka awalnya menumpang di rumah keluarga Leha. Waktu itu Badrun masih kalem, baik, dan menjaga sikap. “Biasalah pengantin baru mah masih malu-malu,” ungkap Leha.

Setahun kemudian, orangtua Leha membangun kontrakan, Badrun dan Leha yang waktu itu masih menumpang diizinkan tinggal di salah satu kontrakan. Kebahagiaan mereka bertambah setelah Leha melahirkan anak. Hubungan pun semakin harmonis.

Suatu hari, suaminya meminjam uang ke bapak mertua untuk merenovasi, memperluas kontrakan mereka. Badrun berjanji akan segera mengganti sekaligus membeli rumah itu dengan cara mencicil setiap bulan. “Waktu itu pinjam lima puluh juta rupiah,” aku Leha.

Bulan pertama sampai ke lima, Badrun rutin menyetorkan uang satu juta kepada mertua. Tapi, seiring berjalannya waktu, Badrun tidak pernah setor lagi, ia juga bersikap sewena-wena. Sering pulang malam dan suka marah-marah kepada Leha. Keretakan rumah tangga mereka terdengar oleh seluruh keluarga dan tetangga.

Rumah tangga Leha dan Badrun semakin merenggang. Leha juga tersiksa karena sering jadi bahan pergunjingan tetangga. “Sudah tiga tahun lebih saya nahan sakit hati, mau curhat ke suami enggak bisa, sedih kalau dipikirin terus mah,” keluhnya. Sabar ya, Teh.

Semoga Kang Badrun enggak marah-marah lagi dan mau setoran lagi. Amin. (mg06/zee/ira)