JAKARTA – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Eko Maryadi tak bisa menutupi kekecewaannya kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang tidak sungguh-sungguh mengungkap kasus pembunuhan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, wartawan Bernas, di Bantul, Yogyakarta, Agustus 1996 silam.

Kekecewaan disampaikan Eko kepada Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Ronny Somphie, dalam diskusi peringatan Hari Pers Sedunia bertajuk “Kasus Udin, Quo Vadis Perlindungan Jurnalis Indonesia” yang diadakan di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2014). Sebab, kasus Udin masih kelam meski sudah belasan Kapolri berganti.

“Saya melihat bahwa Polri tak cukup serius ungkap kasus Udin, ada 16 Kapolres dan Kapolda, 10 Kapolri dan 5 presiden yang berganti sejak Udin dibunuh,” kata Eko Maryadi dalam diskusi yang juga dihadiri Ketua Dewan Pers Bagir Manan.

Padahal, kata Eko, bila kepolisian serius ingin mengungkap siapa pembunuh Udin, itu bisa dilakukan seperti halnya Polda Bali mengungkap kasus Prabangsa, wartawan Radar Bali yang dibunuh dengan sadis hingga dibuang ke laut karena memberitakan kasus korupsi.

Bahkan, jika kasus Udin ini diseriusi Polri, bisa dijadikan pintu masuk mengungkap belasan kasus pembunuhan wartawan di berbagai daerah yang masih kelam. “Kasus Udin bisa jadi pintu masuk untuk ungkap kasus kekerasan dan pembunuhan wartawan lain,” tegasnya.

Eko kembali mengatakan bahwa dirinya orang yang paling pesimis bahwa Polri bisa mengungkap kasus Udin jika tidak melakukan apa-apa. Apalagi kasus ini menjadi sangat politis, berlarut dan tidak ketahuan hasilnya seperi apa ujungnya.

“Saya jadi pesimistis kepolisian akan bisa mengungkap. Tapi kepada Pak Ronny saya sampaikan, kita siap bekerjasama, saksi-saksi masih bisa dirunut, rekan-rekan pers di Jogja sudah siap berangkat ladi dari tiitk nol (mengungkap pembunuh Udin),” ujarnya.

Ditambahkan Eko, saat bertemu dengan Tim Investigasi yanag dibentuk rekan-rekan pers di Jogja, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman sempat memberikan angin segar untuk menuntaskan kasus Udin, tapi sampai saat ini juga tidak menghasilkan apa-apa terhadap kasus itu.

Sebagai mantan reserse, Ronny saat itu menyatakan siap memfasilitasi Dewan Pers, AJI, PWI dan organisasi wartawan lainnya untuk bersama-sama menyampaikan ke penyidik agar bersama-sama menggali kembali kasus bukti-bukti pembunuhan Udin. “Saya juga akan sampaikan pada Pak Kapolri masukan dari rekan-rekan AJI, PWI nantinya,” ujar Ronny menanggapi. (JPNN)