Sudah Antre Lama, KTP-El Belum Jadi

0
669 views
Warga melihat pengumuman di kantor Disdukcapil Kota Serang yang memuat daftar nama yang telah melakukan perekaman dan sudah bisa melakukan pengambilan KTP-el di masing-masing kelurahan, Selasa (23/1).

SERANG – Pengambilan KTP elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang harus antre berjam-jam. Masyarakat yang ingin mengambil KTP-el harus datang pagi-pagi ke kantor Disdukcapil. Apabila berkas pengambilan sudah menumpuk, petugas pelayanan tidak akan menerima lagi.

Masyarakat harus menaruh berkas pengambilan KTP-el di loket pengambilan sepagi mungkin. Apabila sudah menumpuk, petugas Disdukcapil akan menyetop masyarakat. Meskipun sudah menyetop, pengambilan KTP-el itu bisa memakan waktu sampai sore hingga malam hari.

Seorang warga Ciracas yang enggan disebutkan namanya harus datang pukul 07.00 WIB untuk mengambil KTP-el miliknya. Namun, sampai pukul 15.00 WIB, KTP-el miliknya belum juga jadi. “Tapi yang paling disesalkan itu, kalau tidak bisa ya harusnya bilang dari awal, jangan kami menunggu lama tahu-tahu tidak bisa,” ujarnya di ruang tunggu Disdukcapil Kota Serang di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang, Selasa (6/2).

Kata dia, pengambilan KTP-el harusnya dapat dilakukan secepatnya. Apalagi, KTP itu sangat dibutuhkan masyarakat. “Kami disuruh memiliki KTP, tapi pas bikin malah susah,” tandasnya.

Didi, warga Walantaka, juga mengatakan, untuk pengambilan KTP-el memang harus datang pagi-pagi. Masyarakat yang datang jam delapan saja, baru dapat mengambil KTP-el sore hari. Ia berharap agar Disdukcapil membuat jadwal dengan baik sehingga pengambilan KTP-el tidak terlalu lama.

Kepala Disdukcapil Kota Serang Ipiyanto mengatakan, saat ini, selain pencetakan KTP-el regular, pihaknya juga harus mencetak 35 ribu KTP-el yang bermasalah. “Dari 43 ribu KTP-el yang bermasalah, Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri-red), 35 ribu di antaranya siap cetak,” ujar Ipi. Namun, blangko yang tersedia hanya 20 ribu. Tetapi, blangko tak menjadi kendala, apabila terjadi kekurangan, pihaknya dapat mengajukan lagi ke Kemendagri.

Ia mengungkapkan, yang menjadi kendala saat ini bukan blangko melainkan mesin cetak yang lelet dan data server yang membludak. Saat ini, di kantor Disdukcapil ada empat mesin cetak. Namun, dalam sehari, ada 400 sampai 600 keping KTP-el yang harus dicetak.

“Karena datanya penuh, jadi error. Apalagi perekaman terus ada sehingga data terus bertambah,” tuturnya. Tapi, apabila jaringan bagus dan mesin baik-baik saja maka pencetakan satu KTP-el memakan waktu sepuluh menit. Lantaran selain mencetak, petugas harus terlebih dahulu melakukan pengecekan. Apabila tidak ada masalah, baru KTP-el itu dicetak.

Saat ini, tambah Ipi, salah satu hal yang membuat lambat dan masyarakat harus menunggu lama adalah pengecekan data tersebut. Sebenarnya, masyarakat dapat mengecek data di aplikasi Smartdukcapil. Apabila tidak ada masalah, baru pihaknya akan melakukan pencetakan.

Kata dia, Disdukcapil juga sudah mendistribusikan pencetakan KTP-el untuk Kecamatan Serang dan Cipocokjaya. Namun, banyak juga yang belum.

Ipi mengatakan, pegawai Disdukcapil juga tidak ada yang melayani ‘jalur belakang’. Apabila jaringan tidak lancar, bayar Rp1 juta pun tidak akan tercetak. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak asal percaya dengan tawaran tersebut.

Selama ini, tambahnya, salah satu masalah adalah pengambilan KTP-el bukan dilakukan oleh yang bersangkutan. Akibatnya, saat nama pemilik KTP-el dipanggil, yang bertugas mengambil tidak mendengar dan akhirnya tertumpuk lagi. “Kalau memang diminta untuk mengambil, tolong namanya dicatat dulu. Jangan petugas kami sudah manggil berkali-kali, tapi ternyata tidak ada karena yang bersangkutan lupa nama pemilik KTP-nya,” tandas Ipi. (Rostinah/RBG)