Sudah Dua Tahun, Kasus OTT Pungli Tak Rampung

SERANG – Penyidikan dugaan pengutan liar (pungli) unit pelaksana teknis kegiatan (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kecamatan Taktakan, Kota Serang berjalan hampir dua tahun. Namun, berkas perkara tersebut tak kunjung lengkap.

Penyidikan dugaan pungli itu bermula dari
operasi tangkap tangan (OTT) di kantor UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan, Senin
(23/10/2017) lalu. Bendahara Kantor UPT Dindikbud Kecamatan Taktakan Edy
Purwanto dan seorang guru SD Adang Suganda (58) diamankan petugas Sapu Bersih
(Saber) Pungli Satreskrim Polres Serang Kota. 

Keduanya diciduk aparat terkait pinjaman para
guru ke Bank Jabar Banten (BJB). Adang berperan mengumpulkan uang hasil pungli
untuk disetorkan kepada Edy. Petugas mengamankan uang Rp 1,5 juta dari tangan
Adang sebagai barang bukti.

Pungli itu dilakukan untuk
memeroleh tandantangan Edy sebagai syarat pinjaman ke bank. Setelah menjalani
pemeriksaan, Edy dan Adang ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat Pasal
12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo
Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUH Pidana.

Namun, setelah hampir dua tahun, berkas
perkara kedua tersangka tak kunjung rampung. Jaksa peneliti Kejaksaan Negeri
(Kejari) Serang tak juga menyatakan berkas perkara telah lengkap. “Berkas kedua
tersangka sudah kami kembalikan lagi ke penyidik Polres Serang Kota belum lama
ini. Ada petunjuk yang kami minta untuk dilengkapi,” ujar Kepala Seksi (Kasi)
Pidana Khusus (Kasi) Pidsus Kejari Serang Sulta Donna Sitohang, Jumat (15/3).

Namun, Sulta enggan membeberkan petunjuk yang telah diminta jaksa peneliti untuk dilengkapi oleh penyidik. “Mengenai petunjuk jaksa peneliti tanya ke pihak penyidik Polres. Ada beberapa yang harus dilengkapi,” kata Sulta didampingi jaksa peneliti berkas Kejari Serang Christian.

Dia membantah petunjuk itu
untuk mempersulit penyidikan. Penelitian telah dilakukan sesuai standar
operasional prosedur (SOP). “SOP-nya kami melakukan pemeriksaan berkas itu
selama 14 hari, 7 hari pemeriksaan berkas, 7 hari memberi petunjuk kepada
penyidik mengenai lengkap tidaknya berkas. Lebih dari itu tidak bisa, kami
sesuai SOP saja,” tutur Sulta.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira belum dapat dikonfirmasi. Panggilan dan pesan singkat Radar Banten tak direspons. Sementara, sumber Radar Banten di lingkungan Satreskrim Polres Serang Kota mengaku tidak ada kesulitan dalam melengkapi berkas perkara. Hanya saja, penyidik harus menunggu cukup lama untuk memeroleh surat kerjasama antara Pemkot Serang dan BJB. “Enggak ada yang sulit. Cuma, karena harus nunggu surat kerjasama itu. Harus izin dulu dari BI. Itu aja hampir dua bulan nunggunya,” katanya.

Dia meyakini berkas perkara dua tersangka tersebut akan segera dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti. “Minggu depan juga dikirim kok. Kemarin, harus ditambahin pasal lain, buat pelapis,” ucapnya. (mg05/RBG)