Sudah Empat Tahun Jalan Rusak Parah, Warga Pontang Datangi DPRD Banten

Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Kencana Harapan, Pulau Kencana, dan Lebak Kebuh di Kecamatan Lebakwangi dan Pontang, Kabupaten Serang rusak parah. (Foto: Warga Desa Pulau Kencana)

SERANG – Sudah sekitar empat tahun jalan yang menghubungkan Desa Kencana Harapan, Pulau Kencana, dan Lebak Kepuh di Kecamatan Lebakwangi dan Pontang, Kabupaten Serang rusak parah. Aparat desa sudah melakukan upaya komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang dan Provinsi Banten. Namun hingga hari ini jalan tak juga diperbaiki.

Geram dengan hal tersebut, Kepala Desa Pulau Kencana Solihin hari ini mendatangi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten bersama sejumlah warga. Kedatangan Solihin tentu untuk mencurahkan kegelisahannya dan warganya atas buruknya inprastruktur jalan tersebut.

Kondisi lain jalan (Foto: Warga Desa Pulau Kencana)

Menurut Solihin, lebih dari 1 kilometer jalan yang menghubungkan tiga desa dan dua kecamatan tersebut rusak parah. Saat kemarau, material tanah dan bantu membentuk gelombang dengan lubang berdiameter besar. Sedangkan saat musim hujan, jalan tak ubahnya kubangan. Jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor pun akan sulit melewati jalan tersebut.

Ironisnya, jalan tersebut adalah satu-satunya jalan yang digunakan warga untuk melakukan berbagai aktifitas baik untuk berangkat bekerja, ke sawah, ladang, sekolah, bahkan untuk berobat. “Kasihannya kalau lagi ada yang mau ngelahirin pak, jalan parah,” ujar Solihin kepada Radar Banten Online setelah melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Kamis (13/4).

Sebagai aparatur desa, Solihin sudah beberapa kali berupaya mencari bantuan untuk perbaikan jalan tersebut, ke Pemkab Serang, Pemprov Banten, bahkan lembaga lain non pemerintahan. “Profosal sudah kita masukin dari tahun 2015, tapi sampai sekarang belum juga direspon pemerintah,” ujarnya.

Warga sedang melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah di ruang kerjanya, Kamis (13/4)

Jika perbaikan jalan tersebut diperkenankan menggunakan dana desa, Solihin mengaku sudah melakukan perbaikan dengan dana yang ada. Sayangnya menurut Solihin dana tersebut tidak bisa digunakan karena terbenturnya aturan. “Itu kan jalannya kabupaten,” ujar Solihin.

Solihin berharap dengan dilakukannya audiensi dengan Ketua DPRD Banten, pemerintah baik kabupaten maupun provinsi mau mendengarkan keluhan warga dan segera memperbaiki jalan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengungkapkan, DPRD akan membicarakan hal tersebut dengan pihak terkait. Menurutnya, tidak bisa semua hal bisa ditangani DPRD  Banten terlebih persoalan tersebut menjadi kewenangan pemerintah kabupaten maupun kota.

“Tapi nanti akan kita coba komunikasikan,” ujar Asep saat audiensi bersama warga. (Bayu Mulyana / coffeandchococake@gmail.com)