Sudah Kaya, Istri Malah Mendua

Bukti jika harta tak menjamin kabahagiaan rumah tangga dialami Bobi (32) dan Tuti (31), keduanya nama samaran. Perubahan nasib Bobi menjadi seorang pengusaha dan hidup mapan malah membuatnya ditinggalkan istri yang lebih memilih pria lain.

Bobi merupakan anak salah satu pengusaha kaya di Cilegon. Bobi pun mengikuti jejak ayahnya menjadi pengusaha dan memilih usaha membuka toko material. Ia pun melibatkan istrinya dalam menjalankan bisnisnya. Tentu saja. semua modal usaha berasal dari orangtuanya. Namun, usahanya itu tak mendapat dukungan istri yang lebih memilih pergi dari kehidupan Bobi ketimbang membangun bahtera rumah tangga.  Diceritakan Bobi. Tuti memang terbiasa hidup mewah dan manja. Makanya, Tuti enggan membantu Bobi mengembangkan usahanya.

Bobi pun bercerita soal istrinya dengan sedikit murung saat ditemui Radar Banten di kios es buah di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. kemarin. Tubuhnya gempal dan berkacamata. Ia mengaku sebagai pemilik toko material di tepi jalan kawasan Cibeber.

“Sudah tiga tahun saya cerai. Sekarang saya lagu fokus ngembangin toko material sendiri. Alhamdulillah ramai terus,” ucapnya.

Setahun berumah tangga dengan Tuti, Bobi tak sempat diberi keturunan. Bobi menyayangkan sikap Tuti yg berpaling darinya. Padahal, Bobi berencana membelikan Tuti rumah mewah dan kehidupan sejahtera dari bisnis yang dijalankannya. “Waktu masih awal buka toko, saya kontrol terus. Sekarang sudah ada anak buah, tinggal ambil uang saja tiap sore. Enak pokoknya kalau jadi istri saya,” ujarnya. Pede amat sih,Bang.

Bobi bercerita, perjumpaannya dengan Tuti saat ia hendak menjenguk adiknya yang kuliah di Bogor. Waktu itu Bobi dikenalkan dengan Tuti oleh adiknya. Pandangan pertama, Bobi langsung terbuai oleh Tuti.

Berawal dari perkenalan itu, tak lama mereka intens berkomunikasi hingga akhirnya jadian. Setelah jadian, merasa keduanya ada kecocokan, hubungan mereka pun berlanjut ke pelaminan. Jarak jauh tak menyurutkan mereka untuk menjalin hubungan ke arah lebih serius. Bobi rela walau harus bolak-balik Cilegon-Bogor. “Kita pacaran hampir setahun, langsung saya ajak nikah,” akunya. Ngebet ya!

Bobi termasuk lelaki beruntung karena mampu meluluhkan hati Tuti yang memang mempunyai paras rupawan, penampilan modis, di samping Tuti pandai menyanyi. Bakat Tuti itu pun disalurkan dengan menjadi penyanyi kafe untuk mencari penghasilan di Bogor. Tak heran. sosok Tuti banyak dikenal anak-anak muda gaul yang sering nongkrong di kawasan Bogor. Maklum Tuti kan cantik dan menarik.

“Pokoknya istri saya tuh udah kayak artis kalau di daerahnya di Bogor, banyak dikenal orang,” akunya bangga.

Bobi sosoknya biasa saja. Untungnya dia ditunjang penampilan dan harta. Setiap hari Bobi jemput Tuti dengan mobil pribadinya dan cukup royal di hadapan teman-teman Tuti. Sikap itu pula yang menjadi pusat perhatian kaum hawa, termasuk Tuti.

Selama pacaran, Bobi banyak menghabiskan waktu di Bogor. Menikmati pergaulan dan dunia malam dengan Tuti di Kota Hujan. Setahun kemudian, kedua orangtua meminta Bobi segera menikah.

“Katanya sih khawatir, takut saya bikin ulah yang macam-macam di Bogor,” terangnya. Makanya, jangan macam-macam, Bang, cukup satu macam saja.

Mendengar pengakuan Bobi tentang pernikahan, Tuti sempat kaget dan meminta untuk menunda rencana itu. Namun, Bobi memaksa dan nekat datang ke rumah Tuti bersama keluarga. Tuti yang memang sudah jatuh hati hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan Bobi. Mereka pun menikah dengan gelaran pesta meriah.

Awalnya tak ada yang aneh pada kehidupan rumah tangga mereka. Bobi mendukung karir Tuti yang ingin menjadi penyanyi kafe. Setiap malam Minggu, Bobi rutin menemani istrinya bernyanyi. “Biasanya selesai nyanyi, dia dapat banyak duit. Terus duitnya kita pakai sebagian buat sewa hotel sampai pagi,” kenangnya. Ngapai tuh, Bang?

“Ngobrol aja. Selanjutnya terserah saya dong ” guyonnya

Tiga bulan menetap di Bogor, Bobi diminta orangtua untuk pulang ke rumahnya di Cilegon untuk membuka usaha. Tuti sempat melarang, tetapi Bobi tak ingin disebut kualat dan tetap pergi mengikuti kemauan orangtuanya. Lantaran persoalan itu, keduanya sempat berselisih paham. Beruntung kedua orangtua Tuti mendukung ajakan Bobi sehingga Tuti tak lagi bisa mengelak.

“Ibu mertua juga enggak mau kalau Tuti nyanyi terus keluar malam setiap hari,” katanya. Bagus dong.

Setelah pindah ke Cilegon, Bobi diberi uang oleh ayahnya untuk modal usaha. Bobi pun mengikuti saran ayahnya agar menjalankan bisnis membuka toko material karena dianggap menguntungkan. “Waktu itu saya minta istri bantu jagain toko dari siang sampai sore. Tapi, lihat sikapnya kayak terpaksa gitu,” sesalnya.

Sejak Tuti diminta membantu usaha suami, malah lebih banyak diam. Sampai suatu hari, Tuti meminta izin kepada Bobi untuk pulang ke Bogor dengan alasan ada urusan dengan teman. Bobi yang memang menyayangi Tuti rela mengantarnya ke Bogor. Sayangnya, setibanya di Bogor. Tuti enggan pulang ke Cilegon. Bobi akhirnya mengalah karena merasa Tuti masih betah sehingga terpaksa pulang sendiri.

Semakin lama Bobi mulai curiga karena perpisahan itu berlangsung hingga tiga bulan lamanya. Bobi mulai gelisah dan mencoba menyusul Tuti ke Bogor. Namun, beberapa kali Bobi datang ke Bogor untuk menjemput, Tuti selalu menghindar. Bobi mulai curiga dan mulai bertanya-tanya. Sampai akhirnya Tuti mengaku kalau ia sudah punya pacar baru di Bogor dan segera melangsungkan pernikahan. Tentu saja pengakuan Tuti memicu kemarahan Bobi dan langsung menceraikannya.

“Ternyata dia masih pengen nikmatin hidup di sana dengan nikah sama lelaki seprofesinya, vokalis band. Padahal, sama vokalis band belum tentu hidup mewah kayak saya,” kesalnya. Mungkin nyari kebahagiaan, Bang, bukan kemewahan Mbak Tuti tuh. Sabar ya, Bang. Semoga mendapat pengganti yang lebih setia. Amin. (mg06/zai/ira)