Sudah Plin-Plan, Pelupa, Pelit Pula

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Penyakit Komplikasi

Kohen (42), nama samaran, memiliki penyakit komplikasi. Dia seorang yang plin-plan, pelupa, juga pelit. Gara-gara penyakit ini, Deudeu (38), nama samaran istri Kohen, sampai harus keluar uang banyak. Uang itu bukan untuk biaya pengobatan, namun untuk menutupi rasa malu, juga menjaga nama baik keluarga.

Selama berumah tangga dengan Kohen, Deudeu terbilang banyak berkorban. Namun di usia pernikahannya yang ke-12 tahun, Deudeu angkat tangan. “Nyerah saya, tidak mau lagi punya suami seperti Bang Kohen,” katanya.

Ia melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Pada formulir gugatan cerai, Deudeu menuliskan alasan karena merasa tidak ada kecocokan lagi. “Saya sudah merasa tidak harmonis. Masalahnya harta saya sudah habis gara-gara kelakuan Bang Kohen,” aku Deudeu.

Menurut Deudeu, Kohen yang bekerja di sebuah perusahaan swasta telah banyak membuat masalah. Tiga penyakit komplikasi Kohen berimbas kepada porak-porandanya rumah tangga mereka. “Pokoknya, saya dan anak-anak sudah capek dengan tingkah Bang Kohen. Orangnya banyak laga, tapi gak nyadar kalau penyakitan,” kesalnya.

Ia pun membahas satu per satu penyakit Kohen, pembahasan pertama tentang sifat plin-plan sang suami. Pernah suatu ketika, Kohen berniat membeli kursi dan meja untuk disimpan di ruang makan. Ia masuk ke sejumlah toko mebeul untuk sekadar survei dan tanya-tanya harga.

Di toko A, Kohen mengaku suka dengan seperangkat kursi dan meja yang ada di toko itu. Ia pun memesannya dan meminta pemilik toko mengirimkan ke rumahnya. Namun sampai di rumah, Kohen membatalkan niatannya membeli kursi dan meja itu. Alasannya, karena dia tidak suka dengan model kursi itu.

Hal ini tentu membuat si pemilik toko marah-marah. Sebab kursi dan meja sudah diantarkan sampai ke rumah Kohen. Gara-gara itu, Deudeu maju dan meredam persoalan yang ditimbulkan Kohen. Caranya, Deudeu membeli mebel itu dengan uang pribadinya. “Pemilik toko marah-marah di depan rumah, karena merasa dipermainkan Bang Kohen. Saya kan jadi malu, akhrinya saya yang beli,” kata Dedeu.

Paling sering, penyakit plin-plan ini terjadi di pagi hari. Pernah sekali, Kohen meminta dibuatkan nasi goreng untuk sarapan. Tapi setelah dibuatkan nasi goreng, Kohen meminta dibelikan bubur ayam. “Setiap pagi, saya suka dibuat repot oleh Bang Kohen. Katanya mau nasi goreng, setelah dibuatkan malah minta bubur. Malamnya juga begitu, minta dibuatkan kopi setelah dibuatkan ternyata ingin teh manis. Lama-lama kan jengkel pula,” aku Deudeu.

2. Pelupa, Pelit Pula

Penyakit berikutnya tentang pelupa. Suatu hari, kata Deudeu, Kohen pernah menjanjikan membelikan alat pengeras suara untuk dipasang di musala. Namun karena lupa, Kohen tidak pernah membelikan alat tersebut. Gara-gara itu, Deudeu kembali harus mengeluarkan uang untuk membelikan pengeras suara. “Saya ditanyain terus sama pengurus musala. Kata mereka, kapan Bang Kohen mau beli pengeras suara, sebab sudah janji kepada pengurus musala. Lalu suami saya sampai digosipkan tukang bohong dan janji palsu. Terpaksa saya keluar uang untuk beli pengeras suara,” terangnya.

Nah, penyakit terakhirnya adalah sifat pelit, penyakit ini sungguh luar biasa tiada tara. Pelitnya Kohen tidak hanya kepada tetangga dan rekan kerja. Namun kepada istri, anak, bahkan kepada orang tua dan saudara kandung pun sama.

Pernah suatu hari, kata Deudeu, keluarga besar Kohen pergi berlibur ke villa puncak Bogor. Disana, mereka patungan untuk membayar villa dan juga makanan. Namun hanya Kohen yang enggan ikut patungan, dia tidak ingin keluar uang dan hanya ingin ikut liburan. Jelas ini membuat Deudeu malu dan lagi-lagi mengeluarkan uang dari dompetnya. “Saya lagi, saya lagi. Pokoknya kalau ada sesuatu, pasti saya yang keluar uang,” terangnya.

Nah, kesalahan terbesar Kohen, ketika pasangan ini memiliki program pindah rumah ke kompleks perumahan. Kohen yang bergerak mencari rumah, sementara Deudeu memproses penjualan rumah yang lama.

Nah, Kohen mengaku telah mendapatkan rumah yang diinginkannya, ia meminta Deudeu membayar uang muka hingga setengah harga dari rumah itu. Namun setelah Deudeu membayar uang muka sesuai petunjuk Kohen, sang suami mengaku tidak suka rumah tersebut dan memilih rumah lain di perumahan berbeda.

Gara-gara itu, Deudeu marah besar. Perempuan dengan perawakan gendut ini menampar Kohen dengan keras. Terjadilah pertengkaran hebat, adu fisik pun terjadi. Pada akhirnya, Deudeu tetap membeli rumah yang telah ia bayarkan uang mukanya. Namun Deudeu menolak ada Kohen sebagai salah satu penghuni rumah itu. “Setelah saya beli rumah, saya ajukan cerai. Saya enggak mau hidup sama Bang Kohen lagi, bikin pusing,” tegas Deudeu. (RB/quy/zee)