Sudah Selingkuh, Korupsi Pula (Bag 1)

Love Story

0
379 views
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Inggrid (40), nama samaran, bisa bernapas lega. Ia tidak jadi incaran para penyidik Kejaksaan Negeri Serang lantaran diyakini tidak lagi memiliki hubungan dengan Odang (53), nama samaran. Sepertinya Tuhan sayang dengan Inggrid. Tuhan memisahkan pasangan suami istri ini dengan memberikan kasus perselingkuhan.

Itu sih sekarang, Inggrid boleh saja bernapas lega. Tapi ketika kasus perselingkuhan terjadi, tetap saja napasnya kembang kempis. “Bernapas leganya emang sekarang Mas. Kalau dulu ya geregetan juga,” ujar Inggrid tertawa kecil sambil menulis formulir gugatan cerai di Pengadilan Agama Pandeglang.

Sebelum kasus korupsi menjerat Odang, Inggrid telah pisah rumah dengan suami selama tiga tahun. Posisi saat itu, Inggrid telah ditalak Odang di bawah tangan. “Saya didatangi penyidik Kejari Serang. Saya bilang saja sudah ditalak sejak tiga tahu lalu. Lalu mereka tanya tentang kasus korupsi Mas Odang, saya bilang tidak tahu. Orang udah ditalak kok,” ujarnya.

Dengan begitu, Inggrid telah berstatus janda secara agama. Guna melegalkan status itu, ia pun mendaftarkan gugatan cerai. “Selama ini kan masih secara agama. Saya ingin status hukum atas perceraian saya. Biar bisa melanjutkan hidup,” ujar ibu anak dua ini.

Apa yang terjadi dahulu, kata Inggrid, biarlah berlalu. Namun Inggrid tetap mau menceritakan kisah perselingkuhan yang menerpa rumah tangganya dulu.

Kisah ini bermula dari pernikahan Inggrid dengan Odang yang terjadi pada 1995 silam. Ketika itu, cinta Odang masih murni-murninya kepada Inggrid. Odang mengejar Inggrid yang masih langsing dan ting-ting. Pernikahan pun berjalan meriah, karena kedua keluarga besar menyetujui pertalian kasih mereka sejak awal. “Mas Odang dulu pria baik, enggak pernah macam-macam. Makanya orangtua saya setuju, mereka lihat Mas Odang orang yang rajin dan taat agama,” terang Inggrid.

Jangan tanya soal bulan madu, kata Inggrid. Kondisi ekonomi mereka yang pas-pasan saat itu, membuat mereka tidak bisa berlibur ke luar daerah. “Bulan madunya di rumah aja,” ujarnya.

Tentang hubungan suami istri, sejak awal pernikahan Inggrid tidak mengecewakan. Perut Inggrid langsung terisi janin di tahun pertama pernikahan mereka. “Saya langsung hamil, sekarang anak pertama saya sudah berusia 20 tahun,” katanya.

Jarak dua tahun kemudian, Inggrid berhasil memberikan anak kedua untuk Odang. Keduanya adalah jagoan, Odang terlihat senang lantaran memiliki dua anak laki-laki. “Mas Odang memang senang dengan anak laki-laki,” terangnya.

Awalnya, kehidupan rumah tangga Inggrid berjalan harmonis. Karier Odang pun menanjak sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Pandeglang. Namun seiring kenaikan jabatan Odang, terjadi perubahan pada diri sang suami. “Makin naik jabatan, Mas Odang malah semakin berubah,” tutur Inggrid.

Odang yang biasa pulang tepat waktu, kini sering kali lembur. Bahkan setiap akhir pekan, Odang sering pulang dini hari. Selain itu, Odang tidak lagi pernah berkata jujur. Sang suami selalu berbohong jika ditanya Inggrid. “Setiap pulang larut malam, saya tanya dari mana suami saya. Dia bilang dari teman atau rapat. Lalu saya telepon temannya, tahunya Mas Odang tidak pernah ke rumahnya,” terangnya. Bersambung…