Sudah Tahu Luka, tapi Masih Setia

Noni (42) nama samaran sudah sangat sabar menghadapi tingkah suami, sebut saja Tarno (45). Lelaki yang dulu mengemis cinta, setelah punya anak malah bersikap kasar dan doyan main wanita. Astaga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Pabuaran, Noni terlihat duduk di depan toko waralaba sambil membereskan barang belanjaannya. Ketika disapa, Noni bersikap ramah dan berceritalah tentang suaminya.

Kesabaran Noni menghadapi Tarno memang patut diacungi jempol. Soalnya, meski Noni sudah tahu sejak awal kalau suaminya playboy kampung, tetapi tetap diterima apa apadanya. Walah, kok gitu sih Teh? “Saya mikirnya kalau udah nikah mah pasti kan bakal tobat, eh ternyata susah,” keluhnya.

Maklumlah, kalau dilihat dari penampilan, kata Noni sih Tarno lelaki tampan. Hidungnya mancung, posturnya tinggi dan sikapnya pendiam. Di rumah pun, Tarno hanya berbicara seperlunya saja, selebihnya banyak diam. Tapi kalau sudah marah, Tarno tak ragu mengucapkan kata-kata binatang dan main tangan. Astaga.

Noni sendiri memang tak dianugerahi wajah cantik. Namun ia berasal dari keluarga berada, orangtuanya punya banyak usaha seperti pertanian, peternakan, dan kebun. Meski begitu, Noni tak sombong, justru sikapnya ramah dan baik kepada setiap orang.

Kata Noni, pertemuannya dengan Tarno bermula saat masih kerja di salah satu pabrik di Cilegon. Waktu itu Tarno berpacaran dengan teman dekat Noni, karena sering bertemu, Noni pun jadi kenal dan berteman dengan Tarno. Sejak itu sahabat Noni sering curhat tentang Tarno. “Pokoknya semua sikap baik dan buruknya dia saya tahu banget,” kata Noni.

 Sampai akhirnya, Tarno dan kekasihnya putus cinta karena Tarno ketahuan selingkuh. Lagi-lagi, Nonilah yang jadi pendengar semua curhatan sahabatnya. Sejak itu, sahabat Noni resign dari pekerjaan dan pulang kampung. Tarno dan Noni malah menjadi dekat dan sering berkomunikasi. “Awalnya kita temenan biasa, enggak ada perasaan sama sekali,” akunya.

Enam bulan kemudian, Tarno menyatakan perasaan cinta. Noni terkejut dengan pengakuan Tarno, meski selama ini mereka dekat dan sering jalan berdua, namun Noni tak sampai berpikir kalau Tarno akan suka padanya. “Saya tolaklah, masa saya tega pacaran sama mantan sahabat sendiri,” akunya.

Namun penolakan itu justru membuat Tarno semakin penasaran, ia terus berusaha meyakinkan Noni akan ketulusan cintanya. Tapi Noni bukan perempuan biasa yang mudah dirayu begitu saja. “Pokoknya dia tuh ngejar-ngejar saya terus,” katanya.

Karena merasa tak nyaman, Noni pun mulai menjauhi Tarno. Hubungan mereka tak sedekat dulu. Tapi suatu hari, Tarno nekat datang menemui orangtua Noni. Tarno memang jago ngomong, sekali ngobrol, ayah Noni mendukung Tarno menjadi menantunya. “Kalau sudah bapak yang minta, saya enggak bisa apa-apa,” katanya.

Sebulan kemudian mereka pun menikah. Rumah tangga mereka berlangsung bahagia dengan kelahiran anak di tahun pertama. Tapi, ketika anaknya beranjak dewasa, kelakuan Tarno mulai kumat dengan sering jalan-jalan bersama wanita. “Saya tahu dari cerita teman-teman yang masih kerja di pabrik,” katanya.

Noni pun menyita ponsel suaminya. Selama dua bulan lebih Tarno tak menggunakan ponsel. Keributan pun sering terjadi antara mereka. Bahkan Tarno sering membentak-bentak Noni dan bersikap kasar. Namun, Noni tetap sabar menghadapi tingkah suaminya. “Kalau bukan karena anak, mungkin saya sudah minta cerai,” kata Noni.

Kini Noni dan Tarno sudah punya dua anak. Sudah delapan tahun mereka mengarungi rumah tangga, tetapi Tarno tetap belum berubah. Masih suka bersikap kasar dan doyan main wanita. “Saya mah sekarang mau pasrah ajalah, cuma bisa berdoa supaya Kang Tarno dapat hidayah,” kata Noni.

Astaga, semangat ya Teh Noni. Kalau enggak kuat mah, lambaikan tangan aja teh sambil minta cerai. Hehe. (mg06/zee/ags)