Sudah Telan Rp13,1 Miliar, Pembangunan ICC Belum Rampung?

0
245
Ismatullah, Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan ICC. (Dok: RB)

CILEGON – Pembangunan gedung Islamic Center Cilegon (ICC) telah menelan anggaran sebesar Rp13,1 miliar dari APBD Kota Cilegon. Namun hingga akhir Desember ini bangunan yang terletak di samping Masjid Agung Nurul Ikhlas itu belum juga rampung.

Informasinya, hingga Desember ini proyek ICC baru menyelesaikan pembangunan aula serbaguna dan perkantoran. Sampai Minggu (20/12/2015), sejumlah pekerja masih mengerjakan bangunan yang nantinya akan dijadikan perkantoran.

Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan ICC Ismatullah menjelaskan, anggaran sebesar Rp13,1 miliar dialokasikan dari APBD Cilegon. Antara lain tahun anggaran 2013 sebesar Rp5 miliar dan Rp8,1 miliar pada tahun anggaran 2015. “Kami gunakan sesuai dengan anggarannya,” kata Ismat.

Dikatakan Ismatullah, anggaran Rp5 miliar digunakan untuk pembangunan aula serbaguna ICC, sedangkan Rp8,1 milar untuk pembangunan perkantoran. Kata dia, pembangunan perkantoran ICC per November 2015 mencapai 44 persen. “Kalau sekarang mungkin sudah bertambah karena pekerjaan berjalan terus,” kata dia.

Rencananya, anggaran Rp8,1 miliar itu memang belum bisa menyelesaikan seluruhnya, tetapi hanya untuk pembangunan fisik perkantoran sampai 60 persen saja,” ungkapnya.

Ismatullah mengungkapkan, perencanaan awal pembangunan ICC terdiri atas aula serbaguna, perkantoran, parkiran, dan asrama. Namun kata dia, untuk asrama masih ada rumah yang belum bisa dibebaskan. “Kelihatannya sih sebagian rumah tidak mau dibebaskan, jadi tidak kami lakukan terlebih dahulu karena kami tidak mungkin memaksa mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pembangunan ICC Tb Aat Syafaat menilai, pembangunan ICC telah mencapai 65 persen. Aat menargetkan, ICC akan rampung pada 2016. “Kalau melihat persentase tahun ini, untuk bangunan gedungnya saja belum sampai perlengkapannya akan terselesaikan 2016,” ujarnya.

Mantan Walikota Cilegon itu mengharapkan ICC dapat menjadi pusat kegiatan positif warga Cilegon. “Nanti di sana bisa diisi dengan kajian-kajian keislaman, ekonomi, dan berbagai aspek lainnya,” pungkasnya. (RB/mg01/ibm/ags)