Sudah Tiga PDP di Cilegon yang Meninggal

0
924 views
Ilustrasi tes virus corona (iStockphoto).

CILEGON – Pasien dalam pemantauan (PDP) di Kota Cilegon yang meninggal kembali bertambah. Hingga Jumat (10/4), PDP meninggal dunia bertambah dua orang. Atas kejadian ini, selama sepekan sejak Selasa (7/4) hingga Jumat (10/4) sudah tiga orang di Kota Cilegon yang berstatus PDP meninggal.

Kepala Dinkes Kota Cilegon Arriadna menjelaskan, setelah warga Kecamatan Pulomerak yang meninggal dengan status PDP pada Selasa (7/4), warga Kecamatan Jombang dengan status yang sama dinyatakan meninggal pada Kamis (9/4). Sedangkan PDP ketiga yang meninggal pada Jumat (10/4) adalah asal Kecamatan Cibeber.
Terkait PDP meninggal asal Kecamatan Jombang, menurut Arriadna, sebelum wafat, pasien masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cilegon pada Rabu (8/4) sekira pukul 20.00 WIB. Setelah tim medis RSUD Cilegon melakukan pemeriksaan penunjang, pasien ditetapkan sebagai PDP.
Dari pemeriksaan penunjang, kata Arriadna, pasien didiagnosa menderita diabetes. “Kamis (9/4) pada pukul 14.15 WIB pasien meninggal dunia,” ujar Arriadna, Jumat (10/4).

Kata Arriadna, sejauh ini pihaknya tengah berkoodinasi dengan pengurus RT, tempat pasien tinggal untuk mengecek dengan siapa pasien melakukan kontak langsung sebelum meninggal.

Sedangkan PDP lain asal Kecamatan Cibeber meninggal di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. Setelah dilakukan pemeriksaan medis menderita penyakit gagal ginjal.

Menurut Arriadna, pasien dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani rapid test. “Pasien masuk Senin malam tapi bukan dengan gejala covid. Selasa setelah dilakukan screening ditetapkan sebagai PDP. Kondisi memburuk pada hari Rabu, tapi tidak bisa dirujuk karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dirujuk dan semua RS rujukan penuh baik yg di Banten maupun Jakarta,” papar Arriadna.

Sama halnya dengan PDP asal Kecamatan Pulomerak, dua PDP asal Jombang dan Cibeber menjalani proses pemulasaran jenazah hingga pemakaman menggunakan protokol Covid-19 meski keduanya negatif virus tersebut.

Dengan telah dinyatakan negatif Covid-19, Arriadna berharap masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada keluarga almarhumah. Ia berharap masyarakat tidak khawatir dan bersikap berlebihan. (Bayu M)