SERANG – Tidak sedikit pelaku bisnis yang memulai usaha dari hobi yang digelutinya. Para pelaku bisnis tersebut berhasil merubah hobi dari aktifitas menyenangkan menjadi suatu ladang bisnis yang mampu meraup omzet jutaan rupiah setiap bulannya.

Salah satunya yaitu bisnis di bidang services kamera yang ditangani Dede Yahdani. Bisnis yang dikerjakannya yaitu melayani jasa perbaikan serta beberapa kendala yang terjadi pada kamera dan menerima jasa video dan
foto.

“Awalnya saya dan teman-teman hanya menerima jasa foto dan editor video saja, namun karena hobi dan kamera juga yang kita gunakan setiap harinya akhirnya jika ada kerusakan ditangani sendiri hingga dari teman ke teman mulai meminta bantuan dan saat ini jadi usaha tambahan,” katanya, saat diwawancarai ditempatknya, Komplek KPPN Jl Karya Bakti, 2A No 11, Ciceri, Kota Serang, Minggu (23/4).

Di bawah bendera usaha multimedia itulah, ia sukses menekuni usaha tersebut. Di Pasar Minggu, Jakarta, setiap bulannya, mahasiswa tingkat akhir Universitas Serang Raya (Unsera) tersebut omzet mencapai Rp 20 juta per bulan. Namun jika sedang sepi, omzetnya bisa mencapai Rp 5 juta dalam sebulan.

“Perbaikannya tergantung dengan masalah dan kesulitan saja,” ucapnya.

Sebagai putra daerah, pemuda warga Ciceri, Kota Serang ini melihat potensi bisnis yang digelutinya di tanah rantau belum tersentuh di Kota Serang. Karena itu, mahasiwa jurusan Teknik Informatika ini membuka bisnis tersebut di Serang.

Menurutnya, jasa servicesnya tersebut menjadi salah satu usaha yang pertama kali ada di Kota Serang. Mesin-mesin yang disediakan untuk perbaikan pun lebih lengkap dan sangat mengutamakan kepercayaan konsumen pada jasanya.

“Biasanya jasa services kamera lain, jika tidak sangup memperbaiki akan dibawa ke Jakarta, kalau kami langsung diperbaiki disini dan tidak dibawa sampai ke Jakarta. Teknisi dari Jakarta yaitu Pasar Minggu yang langsung datang, bukan barangnya yang kami bawa kesana,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukannya untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen. Sehingga baru berdiri tiga minggu, bisnis yanh mayoritas menangani masalah terkait fleksibel auto fokus ataupun kamera yang berjamur ini langsung mendapatkan respon besar dari masyarakat khususnya pecinta potograpi.
“Pengerjaannya memakan waktu paling
lama 4 hari, kisaran harga disesuaikan dengan tingkat kesulitan. Kisaran harga paling sulit yaitu Rp 400 ribu hingga Rp 2 juta. Untuk perbaikan body kamera lebih mahal, sementara untuk masalah jamur kamera Rp 80 ribu saja,” katanya.

“Dari medsos itu khususnya facebook kami bisa melayani konsumen dari berbagai daerah. Dalam sehari selalu ada 1-5 perbaikan atau konsumen yang datang.
Alhamdulillah walaupun baru memulai, ternyata mendapat respon yang
baik dan mereka puas dengan pelayanan saya. Kedepan saya berharap akan
lebih berkembang lagi,” ungkapnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)