Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten terbilang sukses. Selain karena proses jalannya UN yang tidak mengalami hambatan, peningkatan partisipasi pun bertambah, dan yang paling membanggakan adalah adanya siswa yang mendapatkan nilai 100 dalam tes akhir tersebut. Artinya terdapat siswa yang berhasil menjawab seluruh pertanyaan dengan benar.

Adanya siswa yang mendapatkan nilai sempurna tersebut bisa menjadi salah satu indikator meningkatnya pola pendidikan yang ada di Provinsi Banten, karena hal tersebut menunjukan berhasilnya pola belajar mengajar yang diterapkan di sekolah.

Nilai sempurna ini sendiri didapat pada pelajaran matematika oleh salah satu siswa di Kota Serang. Nilai sempurna ini tentu didapat dengan kerja keras dan proses tempaan di sekolah selama tiga tahun terakhir.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengaku sangat mengapresiasi raihan nilai sempurna tersebut. Engkos pun berharap hal tersebut bisa menjadi contoh dan bisa diikuti baik oleh seluruh pelajar, pemerintah masing-masing daerah, dan pengelola sekolah. “Ini merupakan capaian yang sempurna, dan perlu dicontoh oleh semua pihak,” paparnya.

Engkos menjelaskan, Ujian Nasional SMA/MA, SMK, SMA LB dan Paket C dilaksaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Melalui Ujian Nasional, dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan Melalui Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang Sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang Sederajat dan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0034/P/BSNP/XII/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016.

Dinas Pendidikan Provinsi BantenUjian Nasional SMA/MA, SMK, Paket C dan SMA LB telah dilaksanakan pada tanggal 4 – 7 April 2016 dan susulan pada tanggal 11 – 14 April 2016 untuk UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil) serta tanggal 4 – 12 April 2016 (SMA), 4 – 7 April 2016 (SMK) dan susulan pada tanggal 18 – 20 April 2016 (SMA), 11 – 12 April 2016 (SMK) untuk UNBK (Ujian Nasional Berbasis  Komputer).

Tahun ini, ada 607 SMK dan 65 diantaranya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer sebanyak 64.305 siswa yang mengikuti ujian, sedangkan 365 orang lainnya tidak ikut. Ketidakikutan peserta ujian karena meninggal dunia, pindah sekolah, dan Drop Out (Keluar) sekolah.

Dinas Pendidikan Provinsi Banten“Untuk kelulusan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2015 dan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0034/P/BSNP/XII/2015, kelulusan peserta diserahkan kepada Satuan Pendidikan, dan pada tanggal 7 Mei 2016 Satuan Pendidikan mengumumkan kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan,” katanya.

Kendati hasil Ujian Nasional yang dilakukan siswa tidak menjadi indikator kelulusan, menurut Engkos, Dinas Pendidikan Provinsi Banten tetap memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan UN di Provinsi Banten. Menurutnya, pelaksanaan UN merupakan salah satu acara untuk mengetahui sejauh mana efektifitas proses belajar mengajar yang berlaku di masing-masing sekolah yang ada di Provinsi Banten. Selain itu, pelaksanaan UN pun sebagai salah satu cara untuk mengevaluasi lembaga pendidikan sekaligus proses belajar mengajar yang berlaku disekolah tersebut.

“Memang tahun ini UN sudah tidak menjadi penentu kelulusan, kelulusan ditentukan oleh masing-masing sekolah, namun bagaimanapun UN masih mempunyai peranan besar dalam dunia pendidikan, karenanya kita tetap memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan UN tersebut,” katanya.

Berikut rekapitulasi capaian UN SMK tahun ini:

Nilai rata-rata hasil Ujian Nasional SMK: Jumlah nilai rata-rata 218.82 (tertinggi 370.9, terendah 40.0), Bahasa Indonesia rata-rata 62.33 (tertinggi 98.0, terendah 8.0), Bahasa Inggris rata-rata 47.32 (tertinggi 98.0, terendah 6.0), Matematika rata-rata 31.44 (tertinggi 100.0, terendah 2.5) dan Kompetensi rata-rata 77.73 (tertinggi 94.6, terendah 21.4).

Rata-rata jumlah nilai tertinggi SMK terdapat di Kota Tangerang dengan nilai 238.21. Kemudian nilai tertinggi berdasarkan kabupaten/kota, Kota Tangerang: Vieri dengan nilai 370.9 dari SMK Bonavita, Kabupaten Tangerang: Zasda Yusuf Mikail dengan nilai 370.7 dari SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan : Qriza Satifah dengan nilai 356.0 dari SMK Darussalam Ciputat, Kota Serang : Silvi Yulita Sari dengan nilai 353.1 dari SMK Negeri 1 Serang, Kabupaten Pandeglang: Alif Maulana Arifin dengan nilai 347.9 dari SMK Negeri 1 Pandeglang, Kota Cilegon: Rian Hidayat dengan nilai 346.0 dari SMK Negeri 2 Cilegon, Kabupaten Lebak: Aldi Januar dengan nilai 335.4 dari SMK Negeri 1 Rangkasbitung, sedangkan dari Kabupaten Serang : Ahmad Fadillah dengan nilai 307.3 dari SMK Informatika Pelita Nusantara. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)