CILEGON – Sumbangan dana kampanye pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, sebesar Rp900 juta. Nilai sumbangan itu berasal dari kantong pribadi Iman sebesar Rp500 juta, Edi Ariadi sebesar Rp300 juta dan sisanya masing-masing Rp50 juta dari sumbangan perorangan.

Sedangkan, sembilan partai politik koalisi pasangan incumbent tidak memberikan sumbangan dana sepeserpun. Tb Iman Ariyadi yang dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan tidak adanya dukungan meteril dari partai koalisi yang tercatat dalam sumbangan dana kampanye.

Sumbangan Kampanye Sudarmana-Marfi Kalah Rp400 Jutaan Dari Iman Edi

“Kan mungkin mereka bergerak di internal kadernya, jadi nggak dalam bentuk sumbangan yang masuk ke rekening. Internal partai mungkin mengeluarkan (dana), cuma itu kan untuk konsolidasi partainya. Kalau eksternal kan baru (urusan) calon Walikota,” ujarnya saat ditemui tengah meninjau lokasi kebakaran di SD Negeri Sumampir, Selasa (20/10/2015).

Diketahui, pasangan petahana itu didukung oleh seluruh kursi di parlemen Kota Cilegon. Iman mengungkapkan, bilamana parpol koalisi itu turut memberikan sumbangan, namun hal itu tidak serta merta akan turut dilaporkan dalam sumbangan dana kampanye. “Kan mereka (parpol) juga menyiapkan logistik di internal mereka. Termasuk seperti konsumsi untuk rapat-rapat mereka. Masak itu juga harus dilaporkan,” katanya.

Iman menuturkan, meskipun sumbangan dana kampanye pihaknya jauh lebih besar dari pasangan Sudarmana dan Marfi Fahzan yang membukukan Rp570 juta, namun pihaknya berupaya akan menggunakannya dengan se-efisien mungkin.

Terpisah, calon Wakil Walikota Cilegon dari jalur independen Marfi Fahzan meyakini, meski nilainya lebih kecil, namun sumbangan dana kampanye yang mereka miliki dan dilaporkan ke KPU Kota Cilegon dapat dimanfaatkan dengan maksimal. “Yah mudah-mudahan cukuplah, malah sudah lebih dari cukup. Karena dana itu sendiri kan akan kita gunakan untuk menggalang kebaikan,” ujarnya singkat. (Devi Krisna)