Sungai Ciberang Meluap, Jembatan Darurat di Somang Putus

LEBAK – Jembatan darurat di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, terputus akibat luapan air Sungai Ciberang pada Minggu (26/1) sekira pukul 11.00 WIB. Masyarakat di Kampung Somang terpaksa menggunakan perahu karet kembali untuk beraktivitas.

Pantauan Radar Banten di lokasi, jembatan darurat yang terbuat dari material kayu dan bambu hanyut terbawa arus sungai. Sebagian material masih ada yang tersisa dan tergeletak di bantaran Sungai Ciberang. Warga di Kampung Somang harus menggunakan perahu karet ketika akan menyeberangi sungai. Dibantu para relawan, mereka tampak antre dan hati-hati ketika menaiki perahu karet bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ucu Juhroni, warga Sajira mengatakan, intensitas hujan yang tinggi pada Minggu Sore hingga Minggu malam membuat air Sungai Ciberang kembali meluap. Tidak hanya itu, berbagai jenis material terbawa arus sungai sehingga menghantam jembatan darurat yang dibangun masyarakat bersama relawan secara swadaya. Akibat kejadian tersebut, jembatan darurat hanyut dan masyarakat kini kembali menggunakan perahu karet untuk beraktivitas.

“Kejadiannya kurang lebih pukul 23.00 WIB. Saat itu, air meluap dan membawa berbagai jenis material dari hulu sungai,” ungkap Ucu Juhroni.

Menurutnya, jembatan darurat dibangun 10 hari setelah bencana banjir bandang pada 1 Januari 2020. Bencana banjir bandang dan longsor di awal tahun tersebut menyedot perhatian dari Presiden Joko Widodo dan para menteri. Bahkan, presiden turun langsung ke lapangan melihat dampak banjir bandang. Dia menyebutkan, penyebab banjir bandang dan longsor akibat perambahan hutan dan penambangan emas illegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Tidak hanya itu, banjir bandang dan longsor telah menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan 1.649 rumah rusak berat. Bahkan, 30 jembatan, 19 sekolah, dan jalan rusak berat akibat kejadian tersebut, sehingga kerugian akibat bencana mencapai ratusan miliar rupiah. (Mastur)