Sungai Cilemer Meluap, Wilayah Banjir Kian Meluas

Banjir Pandeglang
Warga Kampung Eretan, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, membersihkan pakaiannya yang kotor di genangan air, kemarin. (Foto: Herman)

PANDEGLANG – Banjir di Kabupaten Pandeglang hingga kini kian meluas. Sebelumnya hanya merendam Desa Teluk dan Desa Kalang Anyar Kecamatan Labuan, kini merambah ke Kampung Eretan, Desa Surianeun, Kecamatan Patia. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter, diakibatkan meluapnya Sungai Cilemer.

Asep Sofyan, korban banjir yang ditemui di depan rumahnya, Kampung Eretan mengatakan, air Sungai Cilemer meluap sejak Rabu (10/2/2016) sekira pukul 03.00 dini hari. “Air Sungai Cilemer diperkirakan sudah merendam 30 rumah. Akibat musibah ini, sebagian warga tengah membereskan peralatan rumah tangga miliknya agar tidak rusak terendam. Sebab, dikhawatirkan banjir terus membesar,” katanya, kemarin seperti dilansir Harian Radar Banten.

Sekretaris Desa (Sekdes) Surianeun Apif mengatakan, banjir baru merendam beberapa rumah di Kampung Eretan. “Kami sudah mengingatkan warga agar tetap siaga. Karena ada kemungkinan air terus membesar. Terlebih biasanya banjir di Kampung Eretan paling rendah mencapai 2,5 meter,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Ilman, menerangkan bahwa banjir di daerahnya baru merendam areal persawahan. “Belum ada rumah yang terendam. Namun, meski demikian para petani merasa waswas khawatir akan mengalami gagal tanam,” katanya yang dihubungi melalui telepon seluler.

Ditemui di kantornya, Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan mengaku jika pihaknya sudah siaga. Beberapa petugas sudah ditempatkan di lokasi banjir di Kecamatan Labuan. “Kami menyiapkan sejumlah anggota untuk siaga di posko yang ada di Kecamatan Labuan. Ini khawatir, apabila bendungan Sungai Ciujung di Kecamatan Pamarayan meluap, semua daerah rawan banjir akan terendam,” katanya. (RB/mg-05/zis/ags)