Ketua Pansus Raperda BUMD Agrobisnis Muhamad Najib Hamas.

SERANG – Warga, kepala desa, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cijung mendatangi Komisi IV DPRD Provinsi Banten. Mereka mengadukan kondisi sungai dan muara Ciujung yang tercemar.

Kepala Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Suryadi mengatakan, saat ini sungai dan muara Ciujung yang berada di Desa Tengkurak makin dangkal dan kualitas airnya tidak baik. Akibatnya sektor perikanan dan pertanian yang menjadi tumpuan masyarakat selama ini menjadi terganggu.

“Faktor limbah industri jelas. Selain itu faktor kotoran (sampah) yang terbawa arus sungai mengendap dan mengakibatkan pendangkalan,” papar Suryadi setelah pertemuan di kantor DPRD Banten, Jumat (12/2/2016).

Suryadi menambahkan, kondisi tersebut merugikan karena berdampak buruk terhadap mata pencaharian masyarakat. “Karena itu kami ke sini untuk meminta solusi agar bisa disikapi,” katanya.

Di tempat sama, Ketua LSM Wahana Lingkungan Lestari (Walet) Bowo Haksa mengatakan, setelah audiensi ini ada tindak lanjut dan sikap yang jelas dari DPRD dan Pemprov Banten. “Limbah-limbah industri yang ada di daerah aliran sungai sudah merusak kondisi sungai dan kualitas airnya. Perlu ada rehabilitasi agar sungai kembali baik,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Banten Muhamad Najib Hamas mengatakan, setelah pertemuan ini akan ada pertemuan selanjutnya dengan seluruh pihak yang tergabung dalam Forum DAS Ciujung. Dalam pertemuan tersebut nanti akan dibahas rencana penanganan sungai dan muara Ciujung. “Di dalam Forum DAS Ciujung kan isinya ada pihak pemerintah, masyarakat, dan pengusaha yang berada di wilayah DAS Ciujung,” katanya. (Bayu)