Bukan perkara sulit bagi Darso (45), nama samaran, melangsungkan pernikahan. Harta di mana-mana membuat lelaki terkaya di salah satu kampung di Serang, Banten, itu mudah mendapatkan wanita yang ia cinta. Ya, maklumlah siapa pun memang akan sulit menolak kalau uang sudah bertindak. Meski hati bilang tidak suka, kebutuhan hidup jauh lebih penting dari segalanya. Darso dengan mudahnya ganti-ganti pasangan.

Tiga kali menikah masih belum puas juga, Darso tega meninggalkan Sarnah (41) lantaran tergoda penyanyi dangdut. Padahal, belum genap setahun Sarnah mendampingi mengarungi mahligai rumah tangga. Sang suami malah sudah ingin ganti istri. Ini pernikahan kok kayak main sepak bola ya, bisa ganti dengan mudahnya. Haduh, dasar Kang Darso.

“Saya juga enggak ngerti Kang, dosa apa saya dapat suami kayak begini,” keluh Sarnah kepada Radar Banten. Sabar Teh, mungkin Kang Darso bukan lelaki yang baik buat Teteh.

“Iya, tapi kan ini bikin saya malu. Ditinggal suami cuma gara-gara artis dangdut. Kalau masalah goyang, saya juga bisa!” katanya. Ah masa?

“Enggak percaya? Huhh, memang semua lelaki sama saja!” tukasnya. Percaya kok Teh percaya.

Sarnah sebenarnya sudah curiga hal ini akan ia alami. Tapi, ia tak pernah menyangka akan secepat ini. Dahulu setelah ditinggal mati suami, ia langsung didatangi Darso dan diajak menikah. Padahal, Darso baru saja menceraikan istrinya. Dalam benak Sarnah, masa lalu akan selalu memberikan petunjuk untuk kehidupan di masa depan. Kisah rumah tangga Darso yang sudah dua kali gagal membuat Sarnah yakin pasti ada hal buruk di dalam diri lelaki berperawakan tinggi itu. Benar saja, ternyata Darso suka main wanita.

Seperti diceritakan Sarnah, istri pertama Darso meninggal gara-gara tak kuat memikirkan tingkah suaminya yang selalu keluar malam dan mabuk-mabukan. Kondisi fisik yang lemah membuat istri Darso sering sakit-sakitan. Anehnya meski sudah diobati, penyakitnya tak kunjung sembuh. Di sisi lain Darso juga tidak pernah sadar akan tingkahnya yang menjadi penyebab semua derita sang istri. Dua anaknya tidak diurusi, kondisinya semakin hari semakin memprinhatinkan, di tahun kedua pernikahan, istri pertama Darso wafat meninggalkan kenangan pedih bagi keluarga sang istri. Namun, Darso tak pernah peduli.

Merasa punya kekuasaan dan kewenangan, Darso dengan gampangnya memilih wanita. Jadilah ia menikahi gadis umur 19 tahun. Sang gadis tidak bisa berbuat banyak. Atas desakan orangtua yang mungkin sudah diberi uang oleh Darso, pernikahan keduanya pun berlangsung. Tapi, lantaran pihak keluarga wanita tidak ingin pernikahan anaknya digembar-gemborkan, pernikahan pun berlangsung sederhana. Tidak ada pesta, apalagi dangdutan. Semua berjalan biasa saja dan apa adanya.

Meski dapat istri muda, Darso lagi-lagi tidak bisa berdiam diri di rumah. Sifat petualang cintanya masih saja bergelora. Ia melakukan kebiasaan lama yang tak mungkin bisa ditinggalkan, berjudi ditemani wanita-wanita cantik sepanjang malam. Nahas, sang istri muda mengetahui tingkah suaminya. Mengadu kepada orangtua, tapi tidak ditanggapi, ia malah balas dendam dengan berselingkuh lagi. Menjalin kasih dengan pemuda kampung seusianya. Weleh-weleh, repot juga, ya!

Apesnya, diam-diam Darso mengetahui perbuatan sang istri, ia pun menginterogasi dan melihat banyak foto pemuda di handphone istrinya. Darso naik darah, dibanting handphone hingga berhamburan ke mana-mana. Sang istri menangis menyesali diri. Tanpa sedikit pun berbelas kasih, Darso melayangkan surat perceraian. Ia tidak bisa menerima maaf dari seorang wanita remaja yang sudah mengkhianatinya.

Sebulan perceraian, terdengar kabar bahwa ada pengantin baru yang ditinggal mati suami. Itu tak lain ialah Sarnah. Darso pun langsung menjalankan aksinya, mendatangi Sarnah dan berbaik-baik di hadapannya.

“Ya, waktu itu sih Kang Darso bilang ingin kenalan dan jalin silaturahmi gitu,” akunya.

Semakin hari Darso semakin akrab dengan Sarnah, bahkan hampir setiap malam minggu, ia tak absen mengunjungi Sarnah. Membawa makanan dan barang bawaan lainnya, Sarnah dibuat bahagia olehnya. Biasalah ya, cowok kalau lagi ada maunya, memang bakal memberikan apa saja yang diminta.

“Eh, tapi saya enggak minta kok, Kang. Dia nawarin sendiri, saya mah kalau dikasih ya terima saja,” katanya. Oh, begitu toh.

Tiga bulan pendekatan, Darso mengajak Sarnah ke pelaminan. Bagaikan mimpi ketimpah durian, Sarnah merasa dapat kebahagiaan. Ia menerima lamaran Darso. Mereka pun menikah dengan pesta besar-besaran. Orang-orang dari berbagai kalangan mulai dari kalangan atas, tengah, hingga kalangan bawah memadati halaman rumah Darso, menikmati hiburan dan sajian makanan.

Di awal pernikahan, Darso bersikap dewasa dan penuh wibawa. Sarnah bagaikan ratu kerajaan yang semua kebutuhannya selalu terpenuhi. Mulai dari make-up, perhiasan, pakaian merek terbaru, tas-tas cantik, semua dapat dengan mudah ia beli. Pokoknya, Darso sangat memanjakan Sarnah dengan harta yang ia miliki.

Setahun usia pernikahan, Sarnah melahirkan anak pertama. Membuat Darso semakin bahagia. Rumah tangga mereka harmonis dan penuh kebahagiaan. Namun, tampaknya kebahagiaan memang tidak pernah mau berkompromi dengan keabadian. Semenjak diajak menonton dan ikut goyang dengan penyanyi dangdut, Darso jadi ketagihan dan sering tidak pulang ke rumah.

Desas-desus dari tetangga, Darso punya wanita simpanan yang tak lain ialah artis dangdut kampung pavoritnya. Sikapnya kepada Sarnah mulai abai, membuat sang istri emosi dan selalu mempertanyakan hal-hal aneh terkait hubungan Darso dengan artis dangdut seperti yang dikatakan orang-orang.

Anehnya, Darso tidak pernah mengaku, ia hanya diam seribu bahasa. Semakin lama, Sarnah sudah habis kesabarannya, ia mengamuk dan mengatakan perselingkuhan Darso. Darso pun naik darah, akhirnya ia mengaku juga. keributan malam itu menjadi akhir dari rumah tangga Darso dan Sarnah. Mereka bercerai meninggalkan kenangan indah masa-masa silam.

Beruntung Darso masih memberikan modal harta kepada Sarnah untuk biaya hidup sehari-hari. Di kesendiriannya kini, Sarnah mencoba bangkit dengan menghidupi anaknya. Sementara, Darso masih asyik menikmati dunianya yang penuh dengan kesenangan bersama artis dangdut simpanan. Sabar ya Teh. Semoga Kang Darso sadar dan mengakui kesalahannya! Amin. (daru-zetizen/zee/dwi/RBG)