Supaya Aman, Cagar Budaya Patapan di Kibin Dipagar

0
754 views
Pekerja proyek revitalisasi cagar budaya Situs Patapan sedang mengaduk semen dan pasir di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Sabtu (3/12). Foto: Shogir

SERANG – Proyek revitalisasi Cagar Budaya Situs Patapan di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, saat ini baru pada tahap pemagaran halaman depan. Perbaikan ini agar kawasan cagar budaya di Kabupaten Serang aman.

Juru pelihara Cagar Budaya Situs Patapan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten, Hasan Basri mengatakan, sesuai dengan papan informasi proyek yang terpasang, kegiatan pemagaran merupakan program dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Provinsi Banten. Paket pekerjaan revitalisasi Cagar Budaya Situs Patapan tersebut bernilai Rp192,85 juta dari APBD Banten 2016 selama 45 hari kalender.

Kata Hasan, luas kawasan cagar budaya situs Patapan sekira 5.735 meter persegi. Namun pemagaran belum secara menyeluruh, baru hanya di depan situs dan di lokasi situs. “Ini baru tahap awal dalam melakukan peningkatan situs kepurbakalan, ke depan kita juga berharap pemagaran bisa dilakukan secara menyeluruh. Sehingga nanti tidak ada lagi kerbau, kambing, atau hewan lain berkeliaran di kawasan cagar budaya,” ucapnya.

Menurut Hasan, Situs Patapan merupakan bangunan terbuka yang dibangun di atas bukit di Desa Nagara. Di atas bukit terdapat batu yang disebut pelinggih serta lapik atau altar. “Diperkirakan situs tersebut kepurbakalan, pada awal peninggalan megalitik. Lantaran dari bentuk bangunan mirip dengan bentuk punden yang lazim dijumpai sebagai peninggalan arsitektur bangunan pemujaan tradisi megalitik,” tuturnya.

“Konon katanya situs Patapan ini dibuat pada awal abad proses islamisasi di tanah Banten dan digunakan sebagai tempat pangrereban atau bersinggah Sultan Maulana Hasanudin Banten. Berdasarkan namanya, situs tersebut diduga sebagai tempat bertapa Sultan Maulana Hasanudin,” imbuh Basri.

Kepala Urusan Umum Desa Nagara Sukri mengatakan, revitalisasi cagar budaya merupakan sebuah upaya yang memang seharusnya dilakukan oleh pemerintah sehingga situs kepurbakalaan tetap terjaga. “Proyek pekerjaan pagar Cagar Budaya Situs Patapan, memang harus dilakukan. Agar situs tersebut tetap terawat dan menjaga dari gangguan hewan liar yang suka berkeliaran dalam situs,” ucapnya.

Menurut Sukri, selama  ini pagar situs tersebut sudah rusak parah sehingga siapa pun bisa masuk. “Padahal warisan budaya nenek moyang kita harus dijaga bersama. Melihat kondisi sebelumnya memang miris sekali, karena di atas bukit sering banyak kerbau dan kambing. Namun dengan ada pagar, bisa sedikit menghalau dari hewan, walaupun pagar belakang belum ada,” katanya (Shogir/Radar Banten).