Supriadi Tetap Dihukum 18 Bulan Penjara

0
89
Supriadi usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis, di Pengadilan Negeri Serang, Jumat (27/7). Dia divonis 18 bulan penjara dan denda Rp200 juta.

SERANG – Mantan ketua DPC Hanura Kota Serang Supriadi (49) tetap harus menjalani hukuman selama 18 bulan penjara. Vonis terdakwa money politics pada Pilkada Kota Serang itu dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Supriadi juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp200 juta subsider satu bulan kurungan.

“Rilis vonis banding hari ini baru kami terima. Isinya, menguatkan putusan sebelumnya,” kata Panmud Pidana PN Serang Feri Ardiansyah, Senin (6/8).

Permohonan banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Selamet dan Supriadi diterima oleh PT Banten. Majelis hakim berpendapat perbuatan Supriadi dianggap telah memenuhi unsur Pasal 187 huruf a ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUH Pidana.

Namun, majelis hakim menilai hukuman yang dijatuhkan terhadap Supriadi oleh majelis hakim PN Serang diangap telah setimpal dengan perbuatannya. “Permohonan banding diterima. Tapi, lamanya hukuman sudah sesuai,” kata Feri.

Diuraikannya, Senin (25/6) malam, Supriadi mendatangi kediaman Rusdi Firdaus (41) di Kampung Perumasan Baru, Kelurahan Panggungjati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Supriadi ditemani Mufti Kamil dan Medi. Supriadi menyerahkan uang sebesar Rp3 juta kepada Rusdi Firdaus.

Pemberian uang itu dimaksudkan untuk dibagikan kepada warga agar mencoblos paslon Syafrudin-Subadri Usuludin. Seusai menerima uang dari Supriadi, Selasa (26/6) pagi, Rusdi menemui Heri di kediamannya, di Kampung Buahgede, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Rusdi memberikan uang sebesar Rp220 ribu dengan pecahan Rp20 ribu untuk dibagikan kepada warga.

Rusdi berpesan agar uang itu dibagikan kepada warga masing-masing Rp20 ribu. Syaratnya, setiap penerima uang mencoblos pasangan calon (paslon) nomor urut tiga, Syafrudin-Subadri Usuludin, saat pelaksanaan Pilkada Kota Serang, Rabu (27/6). Namun, permintaan Rusdi ditolak Heri. Rusdi tetap memaksa dan meletakkan uang tersebut di atas tikar. Rusdi kemudian pergi meninggalkan Heri.

Selepas kepergian Rusdi, Heri keluar rumah menuju warung milik Deasy untuk membeli sampo. Lantaran khawatir hilang, uang itu disimpan Heri di bawah lipatan tikar. Saat bertemu Deasy, Supriadi mengaku telah menerima uang dari Rusdi. Uang itu akan diberikan dengan syarat mencoblos paslon nomor urut tiga Syafrudin-Subadri. Persyaratan itu disanggupi Deasy.

Selain menemui Heri, Rusdi juga mendatangi kediaman Manah. Rusdi memberikan uang Rp80 ribu dalam pecahan Rp20 ribu kepada warga Kampung Buahgede, Kelurahan Karanganyar itu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Serang Ardi Wibowo mengakui telah menerima pemberitahuan vonis tersebut. “Sudah. Betul (vonis-red) putusannya sama dengan terdakwa lain, 18 bulan penjara,” kata Ardi.

Ardi mengaku segera melakukan eksekusi hukuman kepada terdakwa. JPU tengah menyiapkan persyaratan eksekusi hukuman. “Setelah beres, langsung kita eksekusi,” ujar Ardi. (Merwanda/RBG)