Surat-surat Tak Lengkap, 4 Angkutan Umum Dikandangkan

Petugas Dishub memeriksa kelengkapan surat berkendara sopir angkutan umum pada razia gabungan di Jalan Raya Serang-Cilegon KM 10, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kamis (22/11).

KRAMATWATU – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten menggelar razia gabungan kendaraan umum bersama petugas Dishub Kabupaten Serang, Polsek Kramatwatu, dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang di Jalan Raya Serang-Cilegon KM 10 Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kamis (22/11). Sedikitnya empat kendaraan umum berhasil diamankan petugas karena tidak memiliki kir kendaraan, selain petugas menemukan banyak kir kendaraan umum dan angkutan barang yang mati.

Pantauan Radar Banten, Kamis (22/11), razia gabungan berlangsung dua jam, dimulai pukul 9.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Mengetahui adanya razia, tampak dari kejauhan banyak kendaraan mulai dari truk angkutan material, angkot, sampai kendaraan bak terbuka memutar arah hingga berhenti di bahu jalan untuk menghindari adangan petugas. Bahkan, taksi tak luput dari sasaran razia. Beberapa taksi di antaranya tidak bisa menunjukkan surat izin trayek sehingga langsung ditilang petugas.

Salah satu pengemudi truk, Sarmidi mengaku kena tilang karena tidak bisa menunjukkan kir kendaraan dengan dalih dalam proses perpanjangan uji kir. “Kir-nya sedang diurus, tapi enggak dikasih bukti lembaran sama petugas Dishub,” kilahnya.

Sementara itu, Pelaksana Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) pada Dishub Provinsi Banten Komarudin mengatakan, razia kendaraan bertujuan untuk menyisir sopir kendaraan umum yang nakal tanpa kepemilikan surat uji kir atau kir kedaluwarsa. “Hari ini (kemarin-red), ada 36 kendaraan umum yang kir-nya mati. Empat kendaraan kita bawa ke kantor karena tidak punya kir,” ungkapnya di sela-sela razia.

Kata Komarudin, sasaran kendaraan yang dirazia antara lain kendaraan jenis angkutan umum, mobil bak terbuka, hingga dumptruk. “Yang kena tilang, kita akan berikan pernyataan kepada pemilik untuk mengikuti sidang. Intinya, kita menjalankan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan,” tandasnya. (Adi/RBG)