Survei Pertama Rute Sejabat Seri 9: Terlalu Ekstrem, Jalan Berbatu dan Licin

0
326
Empat Tim Survei Trek Sejabat seri 9, dari kiri ke kanan Rohimat, Suharno, M Widodo, dan Kacrut berselfie di Jalan Desa Luwuk, Kecamatan Gunungsari, Minggu (9/2).

Bakal rute trek Sepeda Jelajah Wisata Banten (Sejabat) seri 9, sudah disurvei Minggu (9/2). Hasilnya, trek terlalu berat dan ekstrem. Tidak cocok untuk gowes dengan peserta ribuan orang. Maka, panitia akan kembali melakukan survei rute lain.

M Widodo – Serang

Panitia bakal mencari rute lain yang lebih bersahabat dan cocok untuk dapat dilewati pesepeda dalam jumlah banyak. Selama ini peserta Sejabat minimal 450 orang. Dan, Sejabat 8/Sejabat Merdeka pesertanya mencapai 1.200 orang.

Sejabat merupakan ide Korem 064/Maulana Yusuf, Polda Banten, Radar Banten dan Trek Gunung Pinang (TGP). Untuk Sejabat seri 9 rencananya bakal digelar Sabtu, 11 April mendatang. Dengan start-finish direncanakan di Graha Pena, Radar Banten.

Setiap kali penyelenggaraan Sejabat, rute yang bakal dilalui pasti disurvei terlebih dahulu. Untuk memastikan kelayakan. Apakah treknya terlalu berat atau ringan. Begitu juga dengan jaraknya. Apakah terlalu jauh atau tidak

Sebab, walaupun tidak ada standar bakunya, jarak untuk rute Sejabat selama ini di kisaran 50 – 60 kilometer. Sedangkan medan/treknya bervariasi. Ada tanjakan dan turunan. Lewat jalan aspal, beton dan jika memungkinkan melewati jalan makadam. Sebab, peserta Sejabat selama ini adalah pesepeda/penggowes senior dan sudah berpengalaman. Sejabat bukan kategori fun bike. Wajar, jika treknya cenderung lebih berat.

Untuk itu, Minggu (9/2) kemarin, panitia menurunkan empat personel untuk survei rute. Keempatnya adalah M Widodo (ketua panitia dari Radar Banten), Suharno, Rohimat dan Kacrut. Ketiganya adalah penggowes dari Perumahan Permata Safira, Sepang.

Tim survei berangkat dari Radar Banten di Jalan Kol Tb Suwandi, Kota Serang, pukul 06.30 WIB. Kemudian menyusuri Jalan Letnan Jidun – Lampu Merah Kepandean – Jalan Raya Serang-Cilegon, hingga di Alun-alun Kramatwatu.

Dari Alun-alun Kramatwatu menuju lapangan bola Begog, Waringinkurung (check point pertama). Lalu menuju Jalan Raya Waringinkurung menuju Vila Ternak Cikerai – Simpang Desa Talaga – Kantor Desa Talaga.

Jalan mulus beton hanya sampai di Kantor Desa Talaga, Kecamatan Mancak. Setelahnya, jalan aspal yang sudah mengelupas dan sesekali tanjakan, mulai dirasakan. Puncaknya, lepas SDN 2 Talun, Kecamatan Mancak menuju Desa Luwuk, jalan makadam sepanjang empat kilometer dengan tanjakan-tanjakan yang lumayan berat.

Di jalur ini, tim survei terpaksa mendorong sepeda. Sebenarnya, tanjakannya tidak terlalu berat. Hanya saja jalan mulai bergelombang dan sangat licin. Malah, penulis sempat terjerembab di kubangan berlumpur.

Soal pemandangan alam sekitarnya sungguh mempesona. Hamparan perbukitan, lembah dan kebun alami begitu memanjakan mata memandang. Pohon duren, tangkil, lada, cengkih masih banyak dijumpai di jalur ini.

Menurut Suharno, jalur/trek ini terlalu berat untuk rute Sejabat. Terlalu banyak jalan makadam dan tanjakan. Juga licin. Pendapat ini diiyakan Rohimat dan Kacrut. “Berat pak dhe,” kata Rohimat dan Kacrut. Lebih baik cari rute lain yang bersahabat, lanjut keduanya.

Lepas dari jalur ‘siksaan’, tim survei sampai di Jalan Raya Serang-Anyar, Paninjoan. Kami melepas lelah sejenak sambil berfoto ria. Sampai di sini, perjalanan sudah memakan waktu tiga jam lebih.

Rute dari Paninjoan menuju Serang berupa jalan aspal mulus dan cenderung turun. Kalau sedikit ngebut, jarak sekitar 22 kilometer ini dapat ditempuh dalam waktu satu jam. (*)