Sutradara Muda Banten Luncurkan Film

Kru QK Picture berfoto bersama saat melakukan pemotongan tumpeng pembuatan film Asha dan Zhara, beberapa waktu lalu. DOK: ABY AZY

SERANG – Kabar gembira bagi dunia perfilman di Provinsi Banten. Tak lama lagi, Aby Azy TR sebagai salah satu sutradara muda berbakat di provinsi di ujung Pulau Jawa ini akan meluncurkan film.

Meski namanya belum sebesar sutradara hebat di Indonesia seperti Hanung Bramantyo, Aby sempat mendapat penghargaan di beberapa festival film. Ditambah lagi, film garapannya ini dibantu tim produksi dari sineas muda di wilayah Tangerang, Jambi, Jogjakarta, Malang, dan Bandung.

Film yang diproduksi QK Picture yang beralamat di Kota Tangerang ini bernuansa misteri. Selain menjadi sutradanya, Aby juga menulis sendiri nakah film berdurasi dua jam ini. “Rencananya trailer filmnya akan diselesaikan dan dipublikasi Agustus ini,” kata Aby kepada Radar Banten melalui pesan elektronik, kemarin.

Ia mengatakan, film yang dibuatnya menceritakan sebuah perjalanan hidup yang jarang sekali orang pernah alami. “Film ini berkisah tentang Zhara dan Asha, kakak beradik yang cantik dan mandiri,” katanya.

Zhara diperankan oleh Intan Febiyanti, sedangkan Asha diperankan Sadira. Lalu, Mike Luckock sebagai Zurvan sahabat Asha dan Zhara, serta beberapa pemain-pemain figuran lain yang tidak kalah andal.

Secara garis besar, kata Aby, jalan cerita film memperlihatkan kehendak Tuhan kepada Asha dan Zhara yang memiliki kemampuan yang berbeda dengan kebanyakan orang. Zhara diberi kemampuan untuk melihat makhluk halus, sedangkan Asha memiliki kemampuan mendengarkan suara makhlus halus.

Di tengah kemampuan tersebut, Asha dan Zhara juga dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan. Ibu mereka mengidap gangguan jiwa lantaran ditinggal oleh suaminya. “Dalam film ini, secara tidak langsung Zhara dituntut menjadi kakak sekaligus orangtua untuk adiknya. Ditambah dengan teror dari sosok hantu anak perempuan yang sering muncul dan mengganggu,” kata Aby.

Ternyata di balik itu, Zhara dan Asha saling melengkapi guna memecahkan teror yang dialaminya. Zhara pun mulai menyadari, bahwa Tuhan punya alasan atas kehendak-Nya.

Dalam ceritanya, Zurvan sebagai sahabat mereka justru tidak mempercayai adanya makhluk halus. Namun, karena cintanya Zurvan kepada Zhara, petualangan misteri pada film ini dibumbui dengan adegan heroik dan romantis. “Dramanya di sini, karena ada misteri, cinta, bahkan komedi atas permasalahan yang membelit mereka untuk dipecahkan,” katanya.

Aby mengatakan, ingin menyampaikan pesan moral kepada penonton dengan pesan untuk mengambil hikmah atas kehidupan yang dijalani mereka. “Setiap kehidupan yang kita lalui harus dijalani dengan ikhlas,” ujarnya.

Produser film Sigit Rohfingi menambahkan, dikemas dengan warna dan konsep film yang berbeda dari genre film misteri kebanyakan, seluruh crew dalam film optimistis film tersebut akan diterima masyarakat luas. “Kalau yakin sebuah film yang jujur dan digarap dengan totalitas akan memunculkan apresiasi positif dari para penontonnya,” katanya. (Supriyono/RBG)