Syadine Arethusa, Peselancar Cantik yang Suka Jengkol

0
837 views

BALI – Syarifudin dan Yuningsih sempat cemas ketika melepas anaknya, Syadine Arethusa yang akan mengikuti pelatnas selancar di Pantai Sanur, Bali.

Namun, mereka akhirnya bisa bernapas lega karena Syadine bisa menjaga diri.

“Tadinya, enyak ame babe sempat khawatir melepaskan anak gadisnya ke Bali sendiri. Namun, saya bisa meyakinkan mereka bahwa saya ke Bali dengan satu tujuan yakni mengejar impian meraih prestasi di olahraga selancar,” kata Syadine yang ditemui di sela-sela kunjungan Chief de Mission Indonesia Aziz Syamsuddin di Pantai Sanur akhir pekan lalu.

Sebelum berangkat ke Bali, gadis kelahiran Jakarta, 9 Desember 1996 itu mengaku telah berjanji akan menjaga kepercayaan tersebut.

“Saya nggak mau menghancurkan kepercayaan yang enyak ame babe berikan. Makanya, saya selalu ingat pesan keduanya agar semangat latihan dan jangan sampai meninggalkan salat lima waktu. Biar Allah SWT terus memberikan perlindungan dan mewujudkan keinginan saya meraih emas di SEA Games Malaysia 2017 nanti,” ujar anak keempat dari enam bersaudara itu.

Di Pantai Sanur, Syadine berlatih selancar bersama Komang Suhartana di bawah asuhan pelatih Oka Sulaksana.

Ini merupakan penampilan perdana mahasiswi semester enam Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di SEA Games.

“Cukup banyak saingan di Kuala Lumpur nanti. Namun, saya siap bersaing meski baru tampil perdana di SEA Games,” kata Syadine.

Awalnya, Syadine sebenarnya tak memilih menggeluti selancar. Dia lebih menyukai bulu tangkis.

“Saya dan abang sempat berhenti setahun dari bulu tangkis sebelum berlatih selancar di Bahtera Jaya Ancol,” ujar Syadine.

Syadine mengaku sempat ketakutan menekuni selancar. Sebab, dia diberi tahu bahwa di laut ada hiu dan kejadian aneh.

Selain itu, kulitnya bisa menjadi hitam lantaran terus-terusan terkena sinar matahari.

“Saya tidak pedulikan semua itu karena saya memang senang berada di laut lepas. Nggak semua perempuan putih itu, kan, baik. Jadi, biarkan saja saya hitam,” katanya.

“Saya juga nggak takut ikan gede-gede yang di laut karena saya sendiri sudah kayak ikan. Sekarang ini, saya kalau tidak kena air laut malah nyesek dadanya,” tambah penggemar semur jengkol itu. (jos/jpnn)