Syafrudin Apresiasi ‘Lock Down’ Ala Warga

Salah satu perumahan di Kota Serang memperketat akses masuk keluar untuk memutus matarantai Covid-19.

Cegah Penyebaran Covid-19 di Ibukota Provinsi

Langkah ‘lock down’ ala warga di tiap lingkungan warga baik di perkampungan maupun perumahan mendapat apresiasi dari Walikota Serang Syafrudin. Kekompakan dan kepedulian warga menjadi kunci menghadapi Covid-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang, Rabu (29/4), jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Serang menjadi empat. Keempatnya tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Serang dua orang, Cipocokjaya satu orang, dan Taktakan satu orang. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 290 orang dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 18 orang.

Syafrudin mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Serang terus mengalami peningkatan. Kondisi ini bisa diantisipasi sejalan dengan keinginan warga di tiap lingkungan aktif melakukan pencegahan. “Saya sangat mengapresiasi kepada warga yang tetap semangat menjaga lingkungan agar terhindar dari penyebaran virus corona dan ikut membantu pemerintah untuk memerangi penyebarannya,” ujar Syafrudin kepada Radar Banten, Rabu (29/4).

Kata Syafrudin, tujuan utama ‘lock down’ ala warga yakni terciptanya budaya gotong royong dan saling menjaga satu sama lain. Ia berharap RT dan RW meningkatkan kewaspadaan dan tetap memantau lingkungannya. “RT dan RW kan tim gugus tugas di tingkat paling bawah, makannya saya sampaikan kepada mereka agar tetap kontrol warganya, khawatir ada kejadian yang tidak diinginkan seperti kelaparan dan tindak kejahatan,” katanya.

Kota Serang sebagai ibuKota Provinsi Banten, kata Syafrudin, menuntut semua elemen dan masyarakat waspada. Penyebaran virus ini tidak terlihat secara kasatmata. “Kemarin saja ada warga kita (Kota Serang) yang terinfeksi tanpa gejala. Makanya kita terus mawas diri dengan cara terus meningkatkan kewaspadaan, selalu cuci tangan, hindari kerumunan, tetap di rumah saja dan selalu memakai masker ketika keluar rumah,” katanya.

Mantan Camat Walantaka itu mengatakan, masyarakat Kota Serang dapat mengakses berbagai kanal yang dimiliki Pemkot Serang terkait informasi virus corona atau Covid-19 salah satunya melalui Infocorona.serangkota.go.id “Ini merupakan bentuk keseriusan Pemkot Serang, demi mengutamakan keselamatan warganya. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir serta pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama perangi virus ini,” katanya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Serang Hari Pamungkas mengatakan, Senin (27/4) terjadi penemuan kasus positif di Kota Serang berasal dari Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan. “Pasien berinisial APM usia 34 tahun berjenis kelamin perempuan domisili di Kelurahan Lialang,” katanya.

Hari mengungkapkan, pasien nomor empat di Kota Serang ini merupakan orang tanpa gejala (OTG). Bersangkutan terpapar virus corona diduga setelah perjalanannya ke Kota Bandung yang masuk kategori zona merah Covid-19. “Ada riwayat perjalanan dari zona merah karena habis diklat dari Bandung. Yang bersangkutan tidak memiliki gejala Covid-19, tapi swabnya positif,” terangnya.

Kini, kata Hari, APM mengisolasi mandiri dan memeriksakan diri dengan metode PCR. Hasil pemeriksaan menunjukkan bersangkutan positif Covid-19.  Kasus APM merupakan kasus baru Covid-19 dan bukan pengembangan terhadap kasus-kasus sebelumnya. “Kalau berdasarkan pengembangan tiga kasus positif dengan melakukan pemeriksaan dengan rapid test semuanya nonreaktif,” pungkasnya. (fdr/alt)