Syafrudin: Tak Ada Penolakan Vaksin

0
1470
Walikota Serang Syafrudin melihat vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan di RSUD Kota Serang, Senin (18/1). Saat kunjungan itu, Syafrudin menegaskan bahwa vaksinasi berlangsung lancar.

SERANG – Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Serang secara bertahap menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac sejak Sabtu (16/1).

Walikota Serang Syafrudin menegaskan tidak menerima laporan ada penolakan vaksin dari nakes.

Pada Senin (18/1), Syafrudin meninjau vaksinasi di RSUD Kota Serang. Dalam kunjungan itu orang nomor satu di Kota Serang  menanyakan kesiapan vaksin dan alat medis pendukung di fasilitas layanan kesehatan  program vaksinasi Kota Serang.

Di Kota Serang penyuntikan vaksin tahap pertama untuk nakes dipercepat dari jadwal sebelumnya Selasa (19/1) menjadi Sabtu (16/1). Tiap nakes  menerima pemberitahuan melalui SMS untuk mendapatkan waktu pemberian vaksin.

“Tidak ada penolakan sejauh ini. Registrasi pendaftaran terus berjalan oleh Dinas Kesehatan,” ujar Syafrudin.

Syafrudin enggan berspekulasi apabila ada nakes yang menolak vaksin Sinovac. “Saya enggak mau berandai-andai, kan sejauh ini tidak ada penolakan,” terangnya.

Pemkot Serang telah mendistribusikan vaksin ke rumah sakit, puskesmas dan klinik untuk vaksinasi. “Kemudian rumah sakit swasta juga kita bagikan. Cara vaksin diatur oleh Dinas Kesehatan termasuk waktu dan hari serta lain-lain,” katanya.

Direktur RSUD Kota Serang Teja Ratri mengatakan, sebanyak 15 nakes dari 258 jumlah nakes di RSUD Kota Serang telah divaksin. “Dari 258 tidak semuanya di sini, karena ada beberapa yang mendaftarkan di dekat kediamannya,” terangnya.

Kata dia, Dinkes Kota Serang menargetkan pada 21 Januari seluruh nakes di RSUD telah divaksinasi dan diulang 14 hari kemudian sesudah penyuntikan tahap pertama. “Apabila ada yang masuk dalam daftar tunda akan ada penjadwalan ulang dua minggu ke depan,” terangnya.

JARUM SUNTIK

Di Tangsel, vaksinasi untuk nakes dilakukan sejak  Jumat (15/1). Salah satu nakes yang divaksin adalah Ratu Ayu Fitri H. Wanita yang berprofesi sebagai dokter di UPT Puskesmas Pamulang ini melakukan vaksinasi, Senin (18/1) di Puskesmas Pamulang Timur.

“Tadi pagi (kemarin-red) saya divaksin di Puskesmas Pamulang Timur,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres (grup Radar Banten).

Wanita berkerudung ini mengungkapkan, sebagai dokter umum ia tiap hari memegang dan melihat jarum suntik. Namun, saat divaksin mengaku sempat deg-degan dan teriak-teriak karena takut jarum suntik. “Saat divaksin saya gak minta difoto, saya takut meskipun tiap hari pegang dan liat jarum suntik,” ungkapnya.

Wanita ramah ini berpesan kepada nakes dan masyarakat agar mau divaksin. “Stamina kita harus terjaga terus, jadi vaksin salah satu untuk membantu pencegahan,” ungkapnya.

Sebelumnya, salah satu nakes RSU Tangsel yang divaksin adalah Anneke Putri (31). Wanita yang bertugas sebagai bidan ini mengaku tidak merasakan efek samping seusai disuntik vaksin Covid-19.

“Ya namanya vaksin pasti sakit ya, disuntik pasti sakit. Efek sampingnya sampai sekarang nggak berasa apa-apa sih,” ujarnya.

Anneke mengaku sempat ragu untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19. Keraguannya disebabkan banyak kabar tidak benar terkait efek samping maupun dosis vaksin yang diterimanya.

“Kalau dibilang takut ya takut, cuma untuk kebaikan bersama kenapa tidak. Takutnya itu karena banyak selintingan info atau kabar angin tapi, kan vaksin ya sudah diujicoba dan tidak asal yang produksi juga,” tambahnya.

ESELON II

Pada bagian lain, Gubernur Wahidin Halim menyatakan bahwa pejabat eselon II di lingkup Pemprov Banten akan divaksin pada Februari.

Walaupun begitu, pria yang akrab disapa WH itu mengaku tidak semua pejabat eselon II divaksin. “Yang di lapangan (berhubungan langsung dengan pelayanan-red) dulu,” ujar WH saat ditemui di Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten di Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Senin (18/1).

WH mengatakan, sejumlah pejabat eselon II yang akan divaksin terlebih dulu antara lain Kepala Satpol PP Banten dan Kepala Dinas Perhubungan Banten. Ia menilai para pejabat yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat rentan terpapar Covid-19.

Sementara itu, Sekda Banten Al Muktabar menambahkan, tidak ada efek samping yang dirasakan selama empat hari usai divaksin. Ia akan kembali divaksin 14 hari setelah divaksin pekan lalu. “Alhamdulillah baik-baik saja. Sehat-sehat saja,” ujarnya. (fdr-nna-bud)