Syahrini saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Foto: JawaPos.com

PENYANYI Syahrini tak main-main dalam urusan media sosial. Tak sekadar mengeruk keuntungan dari hasil endorse. Dia pun selalu selektif dalam mengunggah aktivitasnya. Tentunya hal yang berbuah menarik dan viral menjadi salah satu ciri khasnya.

Tak salah banyak komentar positif dan negatif mewarnai akunnya. Akun media sosialnya pun tak jarang dipenuhi komentar keterlaluan haters. Bahkan, dia sempat menjebloskan para haters ke penjara yang berkomentar keterlaluan. “Ini ada dua orang yang sudah masuk penjara karena berkomentar (kurang ajar), tapi aku enggak mau publikasikan, kasihan,” kata Syahrini di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/7).

Alasannya, Syahrini merasa iba melihat kehidupan oknum warganet yang nyinyir. Dia adalah seorang yang terbilang berkehidupan pas-pasan dan berasal dari daerah.

“Kasihan karena ternyata dia orang susah, di daerah, hanya mungkin hidupnya barangkali untuk komentari hal-hal buruk. Nah, ini sebagai contoh. Jadi, jangan sampai Rani (manajer Syahrini) meng-i, nanti Anda masuk penjara,” lanjut Syahrini dengan nada bicaranya yang khas.

Diakui Rani, dia membaca komentar dalam posting-an Syahrini satu per satu. Berbeda dengan Syahrini yang tak peduli. Jika ditemukan ada komentar yang keterlaluan, dia akan memfotonya dan melaporkan ke pengacara Hotman Paris Hutapea untuk meminta tolong menyelesaikan kasusnya. “Kubaca satu-satu, kalau misal terlalu kurang ajar, aku capture, aku filing langsung kuserahkan ke bang Hotman. Karena kerjaanku masih banyak, jadi aku kliping saja, aku cari datanya, nanti suatu hari diurus,” tegas Rani.

Namun, lanjutnya, sang ibu kerap menasihati keduanya untuk tidak memperpanjang kasus dan ikhlas saja. Alhasil, dua orang warganet yang sempat dipenjarakan pun telah dibebaskan. “Sudah dikeluarkan, kasihan,” jawab Syahrini saat ditanya kejelasan nasib warganet itu.

Perempuan berdarah Sunda itu pun mengaku cuek dengan nyinyiran warganet. Baginya, yang berkomentar belum tentu berpengetahuan sehingga tak perlu dirisaukan. Perempuan yang akrab disapa Inces dari asal kata princess itu justru mempromosikan lagu barunya yang menyindir warganet yang kerap nyinyir alias julid.

“Mungkin mulutnya enggak belajar banyak. Jadi, enggak usah menanggapi cibiran orang-orang, sudah hempaskan,” lanjutnya dengan nada manja.

Dia pun menjuluki warganet yang nyinyir sebagai deterjen, yang merupakan plesetan dari kata netizen.

“Para deterjyeenn… tolong dengarkan lagu Inces ‘Gubrak Gubrak Jeng Jeng Jeng’ karena di dalamnya ada kata-kata ini ‘Anda Jangan Julid’. Assalamualaikum, bye,” pungkasnya.
(jpg/air/dwi/RBG)