Syarat Calon Perseorangan Dinilai Memberatkan

Tim KPU Kabupaten Sreang menjelakan teknis pendaftaran calon perseorangan pada tim sukses Sukma-Aris di Sekretariat KPU Kabupaten Serang, Selasa (21/1).

SERANG – Syarat calon perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang 2020 dinilai memberatkan. Salah satunya terkait syarat dukungan yang terlalu banyak.         

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Zainor Ridho kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Selasa (21/1). Sekadar diketahui, syarat calon perseorangan untuk dapat maju pada pilkada harus mendapatkan 76.752 dukungan. Pasangan calon juga harus menyertakan kartu tanda penduduk (KTP) dan pernyataan dukungannya tersebar di 50 persen plus satu jumlah kecamatan di Kabupaten Serang atau 16 kecamatan.

Baru-baru ini, muncul dua tokoh yang menyatakan siap maju pada pilkada melalui jalur perseorangan. Mereka bahkan sempat mendatangi sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang di Jalan Kitapa, Kota Serang, untuk menyerahkan biografi. Sesuai biografi yang ada di KPU bahwa bakal calon bupati yang akan maju, yaitu Sukma, seorang guru aparatur sipil negara (ASN) asal Kecamatan Cikande dan pasangannya Aris Munandar sebagai bakal calon wakil bupati yang berstatus karyawan swasta asal Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Zainor berpendapat, jumlah dukungan yang harus dibuktikan dengan bukti autentik menjadi rintangan tersendiri bagi pasangan calon perseorangan. Secara demografis penduduk Kabupaten Serang yang cukup besar juga menjadi salah satu tantangan untuk menggalang dukungan tersebut. “Kalau hanya KTP tanpa bukti faktual mungkin cukup mudah untuk syarat calon independen,” ujarnya.

Zainor pun menilai, dalam proses pengumpulan dukungan pasangan calon akan mengocek biaya cukup besar. Dari setiap KTP, kata Zainor, tentunya akan ada nilai yang harus diganti pasangan calon. Belum lagi biaya untuk timnya yang mengumpulkan dukungan. “Kalau satu KTP saja diganti dengan Rp100 ribu, itu sudah Rp7 miliar lebih,” ujarnya.

Kendati demikian, Zainor mengajak publik mengapresiasi calon perseorangan yang akan maju pada pilkada. Menurutnya, calon perseorangan bisa mendongkrak suara jika tim suksesnya bekerja masif. “Masih ada waktu untuk menggalang dukungan dari warga. Sering kali kekuatan parpol atau suara parpol di tingkat lokal maupun nasional tidak seirama dengan dukungan atau suara saat pilkada,” ucapnya.

Kemarin, KPU Kabupaten Serang mengundang pasangan calon perseorangan Sukma dan Aris Munandar untuk menyampaikan teknis pendaftaran. Sayangnya, keduanya tidak datang dan hanya diwakili tim suksesnya saja.

Salah seorang tim sukses Sukma-Aris Munandar, Suherman mengatakan, pihaknya sudah bergerilya mengumpulkan dukungan dari masyarakat. Ia mengklaim, pasangan yang didukungnya sudah mengantongi 30 ribu dukungan. “Insya Allah bisa memenuhi syarat, doakan saja,” ujarnya.

Ia memastikan, pasangan Sukma-Aris Munandar akan mengikuti proses pendaftaran sesuai aturan yang berlaku. Termasuk kesiapan Sukma soal aturan harus memundurkan diri sebagai ASN. “Kita ikut aturan ya,” tegasnya. (jek/zai/ira)