Tabrak Minibus, Mahasiswa Pingsan

Motor korban korban Nanang Andriansyah (24) saat dibawa petugas kepolisian dari lokasi kejadian, Kamis (23/6)

SERANG – Nanang Andriansyah (24), nyaris tewas usai mengalami kecelakaan di Jalan Raya Serang-Cilegon, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (23/6). Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Serang itu pingsan usai menabrak sebuah minibus.

Informasi yang diperoleh Radar Banten, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tersebut terjadi sekira pukul 06.30 WIB. Korban melaju dengan kecepatan tinggi saat mengemudikan motor Satria F nopol A 2316 ES dari arah Serang menuju Cilegon.

Saat melintas di lokasi, motor yang dikemudikan warga Kampung Kedaung, Desa Anyar, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang itu oleng.

Saat bersamaan dari arah sebaliknya melaju sebuah minibus Suzuki APV nopol A 1766 AD yang dikemudikan Kusasih. Warga Lingkungan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon sempat menginjak pedal rem agar menahan laju kendaraannya. Namun, tabrakan kedua unit kendaran itu tak mampu dihindari.  “Motor mengalami hilang kendali dan menabrak bagian depan mobil,” kata anggota Polsek Kramawatu yang minta identitasnya dirahasiakan.

Benturan itu menyebabkan korban luka-luka dan tak sadarkan diri. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian segera menghubungi polisi. “Setelah kami dapatkan informasi tersebut, langsung kami menuju lokasi tempat kejadian dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Kurnia. Korban menderita luka dalam,” katanya.

Kecelakaan itu sempat membuat arus lalu lintas dari arah Serang-Cilegon tersendat. Arus kendaraan mulai normal usai dua unit kendaraan itu dievakuasi dari lokasi kejadian. “Kalau kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan dari lokasi kejadian,” tuturnya.

Kanit Lantas Polsek Kramatwatu Inspektur Polisi Satu (Iptu) Kardono mengaku belum mengetahui kecelakaan tersebut. “Coba konfirmasi ke bagian laka Polres,” kata Kardono.

Hingga tadi malam, Kasat Lantas Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ali Rahman CP tidak dapat dikonfirmasi. Panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirim Radar Banten tidak direspons. (mg05/ags)