Tabungan Ludes untuk Selingkuhan

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Mencuri Keutuhan Rumah Tangga

Kata siapa hanya maling yang suka mencuri uang. Buktinya pada pasangan Wina (27) dan suaminya Dudi (29), keduanya bukan nama samaran, Dudilah pelaku pencurian uang hingga membuat tabungan Wina kosong. Lantaran kesal dengan aksi Dudi, ia melaporkan sang suami ke Pengadilan Agama. Lah kenapa ke Pengadilan Agama bukan ke kantor polisi? Ada ceritanya kok. Disimak ya.

Begini, kasus ini terkuak ketika Wina mendaftar gugatan cerai. Saat memasuki ruang administrasi, mimiknya kecut seperti orang sedang marah. Para petugas sampai keheranan melihat Wina yang sedang emosi. Untungnya ibu Wina kemudian meredakan emosi anaknya.

“Jangan ketus begitu Nak, tidak enak dengan yang lain. Lihat tuh, kita diperhatikan orang-orang,” kata sang ibu.

Namun bujukan sang ibu sulit meredam emosi yang tengah melanda Wina. Hatinya benar-benar gundah gulana, galau, juga kesal bukan kepalang. “Ini bukan kasus pencurian biasa. Meskipun uang saya yang diambil Dudi, tapi yang ia curi adalah keutuhan rumah tangga kami,” kesal Wina saat ditanya wartawan.

Wah wah wah, emosi Wina tidak juga reda. Tapi ngomong-ngomong, apa maksudnya yang ia curi adalah keutuhan rumah tangga? “Sebab uang saya dia curi untuk selingkuhannya. Saya tidak persoalkan uang yang dia ambil. Tapi kepada siapa dia berikan itu masalah besarnya,” jelas Wina.

Ooooh, begitu ternyata. Air mata Wina sedikit berkaca-kaca. Ia menceritakan duduk perkara dari persoalan rumah tangganya ini. Menurut Wina, persoalan ini dimulai ketika Dudi mencoba merintis bengkel motor. Ketika itu, Dudi membutuhkan modal banyak untuk memulai bisnisnya itu.

“Mas Dudi ingin join bisnis dengan temannya, mereka ingin bisnis bengkel motor. Mas Dudi katanya ingin fokus pada sparepart dan body kit modifikasi. Kata dia itu akan menguntungkan,” jelasnya.

Melihat suami bersemangat merintis usaha, Wina sebagai istri yang baik tentunya mendukung. Awalnya hanya berupa moril, namun lama-lama Dudi ingin dukungan uang. “Mas Dudi kurang modal, makanya dia pinjam uang tabungan saya. Katanya sih nanti dibalikkan lagi dan ada profit sharing,” jelas Wina.

Janji Dudi ditepati, uang Wina kembali plus bonus tambahan. Dudi yang bersemangat berbisnis membuat Wina merasa bangga. Tentunya jika suami sukses, Wina bisa membanggakan Dudi kepada semua orang. “Saya ingin Dudi sukses, agar orangtua saya merasa bangga punya mantu sukses,” terangnya.

2. Menjadi Istri yang Pengertian

Kebetulan, orang tua Wina adalah orang kaya. Ayahnya pensiunan pejabat teras di sebuah perusahaan BUMN di Jakarta. Sementara ibunya punya sejumlah toko baju. Karenanya Wina selama ini tidak pernah merasa kesusahan.

Di luar pengetahuan Dudi, Wina setiap bulan dipasok uang oleh orangtua. Ini agar Wina bisa jajan atau belanja keperluan perempuan. Ini pun salah satu bentuk pengertian orangtua Wina, mengingat Dudi belum bisa menafkahi istrinya dengan maksimal. “Kata ibu, jangan bebani Mas Dudi dulu. Sebab orang yang sedang merintis bisnis itu banyak cobaan. Makanya kalau mau jajan ini itu minta saja ke ibu,” kata Wina.

Kalimat sang ibu sedikit banyak membuat Wina menjadi istri pengertian. Bahkan, uang orangtuanya tidak pernah digunakan banyak, Wina menyimpan uang pemberian orangtua di tabungan.

Dalam hati Wina, ia akan menyisihkan uangnya untuk membantu Dudi bila sedang dilanda kesusahan. Hal itu ia utarakan kepada Dudi, sang suami pun merasa senang.

Usaha Dudi di tahun pertama sempat sukses. Bengkelnya bertambah ramai, bahkan Dudi mulai merintis bengkel sendiri.

3. Ada Udang di Balik Batu

Sayangnya di tahun kedua, usaha Dudi mulai kembang kempis. Lantaran merugi, Dudi seringkali meminjam uang kepada Wina. “Mas Dudi mulai sering pinjam uang. Katanya untuk modal beli spare part. Makanya saya sering ambil tunai ke bank,” terangnya.

Hampir enam bulan lamanya, Dudi sering meminjam uang Wina. Hingga akhirnya di bulan ketujuh, tabungan Wina benar-benar ludes. Namun betapa kaget Wina, Dudi merespons dengan amarah. Dudi terlihat panik mengetahui sang istri tidak lagi punya uang. “Kami bahkan bertengkar hebat, masalahnya Mas Dudi menuduh saya berbohong. Padahal saya bilang apa adanya, semua uang tabungan sudah dihabiskan Mas Dudi,” ujarnya.

Melihat perangai Dudi, Wina merasa aneh. Ia curiga ada udang di balik batu, dia mulai melakukan penyelidikan. Hasilnya sangat mengejutkan, Wina mendapatkan beberapa pesan cinta di Facebook sang suami. Pesan cinta itu antara Dudi dengan wanita lain. “Saat itulah saya tahu kalau Mas Dudi punya selingkuhan,” katanya.

Saat dilihat waktu pengiriman pesan, komunikasi antara si wanita dengan Dudi berlangsung selama setahun lamanya. Di beberapa pesan itu, sang perempuan terkesan memaksa Dudi untuk memberikan uang.

Dari situlah Wina tahu jika usaha Dudi habis terkuras oleh wanita tersebut. Lalu apa yang membuat Dudi sampai dikuasai sang perempuan? “Dia itu selingkuhannya. Mas Dudi punya anak hasil perselingkuhan itu,” jelas Wina.

Ternyata usaha Dudi kacau balau karena kehadiran pihak ketiga. Ketika usaha kacau, Dudi juga harus menafkahi anak dari hasil perselingkuhan. Parahnya, ketika uang dia habis, Dudi menggunakan uang istrinya untuk dikirim kepada si selingkuhan. Inilah yang membuat Wina marah besar.

“Sudah selingkuh, pakai uang saya pula. Makanya dia tidak bisa saya maafkan. Sudah cukup,” kata Wina. (RB/quy/zee)