Taekwondoin putri Banten, Eka Sari Saputri, menjalani latihan rutin di GOR PPLP Banten, Drangong, Kota Serang, Kamis (29/3).

SERANG-Target tinggi diusung Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten saat ambil bagian di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020. Pengprov pimpinan E Kosasih Samanhudi membidik capaian minimal satu medali emas pada multievent olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Target tersebut ditetapkan berdasarkan peta kekuatan atlet yang dimiliki Banten saat ini. Selain mengandalkan atlet peraih tiga medali perunggu pada PON XIX Jawa Barat 2016, Banten juga berpangku pada atlet-atlet muda yang belakangan menunjukkan progres yang cukup bagus pada beberapa kejuaraan.

Sekretaris Umum Pengprov TI Banten, Fiva Zabreno mengatakan, untuk memastikan capaian medali emas di PON tercapai, Pengprov TI Banten selain berencana mematangkan atlet dalam program Pelatda Jangka Panjang (PJP) Banten, juga akan mendongkrak kemampuan atlet dengan menjalani tryout ke mancanegara.

“Khususnya sih ke negara Asean (Asia Tenggara-red), selain agar atlet bisa meningkatkan pengalaman tanding, juga agar kualitas kemampuan atlet juga meningkat. Kalau berkutat pada kejuaraan di Indonesia, nilai kompetisinya masih kalah dibanding di negara-negara Asean. Kalau pun ada hanya Indonesia Open,” jelas Fiva kepada Radar Banten, Kamis (30/3) sore.
Fiva menambahkan, dengan bertanding di luar negeri, taekwondoin Banten bisa juga meningkatkan level kemampuannya sehingga setara dengan atlet Asia Tenggara. Hal itu memungkinkan terjadi lantaran kompetisi di negara-negara Asean lanjut Fiva sangat ketat. Dengan demikian Fiva yakin kemampuan atlet Banten juga ikut terdongkrak.

“Kita agendakan satu kejuaraan, kita kirim satu sampai tiga atlet di Thailand, Malaysia, Singapura., dan Vietnam yang cukup sering intensitas kejuaraannya dan pesertanya dari mancanegara juga. Itu agenda kami 2018,” jelas pria berkacamata itu.

Adapun yang dijadikan negara acuan buat atlet Banten berlaga, pihaknya memilih untuk berlaga di Thailand. Dasarnya Thailand adalah negara Asean yang paling bagus pembinaan taekwondonya. Dari sistem pembinaan yang dijalani Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, sudah memiliki atlet peraih medali di kejuaraan dunia dan Olimpiade. “Selain itu, kompetisi di sana ada beberapa seri, jadi ini cukup bagus. Kita akan agendakan tryout ke negara Asean mulai tahun ini. Mudah-mudahan bisa terwujud,” tutur Fiva.

Ketua Pengprov TI Banten E Kosasih Samanhudi menyatakan, secara intern sendiri peningkatan kemampuan atlet dan sumber daya manusia (SDM) taekwondo di Banten terus diusahakan ditingkatkan. Itu dibuktikan dengan penambahan program kerja pembinaan yang tahun lalu hanya 18 kegiatan dan tahun ini menjadi 28 kegiatan.

“Mulai dari kejuaraan, ujian kenaikan tingkat, penataran pelatih hingga penataran wasit dan juri. Tujuannya hanya satu, kami ingin menghasilkan medali emas di PON XX nanti,” ucapnya. (dre/ibm/ira/RBG)