Tahapan Penilaian LRLA Dimulai

Tim juri 12 LRLA melakukan penilaian di RT 03 RW 03, Kelurahan Lontar Baru, Kota Serang, Senin (4/5).

SERANG – Penilaian Lomba Kampung Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 hari pertama (Senin, 4/5), berlangsung sukses. Sebanyak 52 rukun tetangga (RT) di sembilan kelurahan di Kecamatan Serang dikunjungi 13 tim juri untuk melakukan penilaian tahap pertama.

Setiap tim juri yang terdiri dari tiga dan empat orang memantau langsung lokasi lingkungan yang ikut dilombakan. Para ketua RT didampingi ketua pemuda, ketua RW, dan  lurah menyambut kedatangan tim juri dengan sukacita dan ikut mengantar ke lokasi.

Kompenen penilaian yang menjadi acuan tim juri dalam menentukan poin di setiap RT terdiri atas aspek kebersihan dan keamanan, meliputi partisipasi warga dalam menata lingkungan baik dalam hal sumbangan uang atau tenaga, lingkungan paling berbunga, lingkungan terinovatif dengan adanya sistem pengolahan sampah yang bernilai ekonomi. Lalu, lingkungan paling hijau dibuktikan dengan adanya pot tanaman di pekarangan rumah, serta adanya kelompok sadar lingkungan.

Selain itu, dari aspek keamanan, yang menjadi catatan bagi tim juri ialah setiap RT harus memiliki kelompok pemuda sadar hukum, kelengkapan alat keamanan di pos ronda, serta adanya dokumentasi kegiatan baik saat gotong royong maupun saat meronda.

Sebelum berangkat ke lokasi penilaian, tim juri mengikuti briefing teknis penilaian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Toyalis di lobi Graha Pena Radar Banten. Dalam pemaparannya, Toyalis berpesan agar tim juri mengindahkan protokol kesehatan saat melakukan penilaian di lokasi. “Hari ini (kemarin-red) sampai 10 hari ke depan tim juri turun ke RT-RT di setiap kelurahan sesuai jadwal. Kami berharap, tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk menghindari virus Corona,” tegasnya.

Usai briefing, tim juri melakukan foto bersama sebelum melakukan penilaian tahap pertama.

Dihubungi terpisah, Ketua tim sembilan juri LRLA Roni Yurani dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang mengatakan, warga sudah menata lingkungan dengan baik. Selain itu, penataannya juga tidak monoton, tapi beragam sesuai dengan komponen penilaian.

Kata Roni, ada RT yang menata lingkungannya seperti kampung pelangi dengan banyaknya lukisan pemandangan alam maupun kalimat imbauan pola hidup bersih dan sehat, ada yang fokus penghijauan, ada pula yang membuat lingkungan menjadi seperti taman bunga. “Lomba ini sangat bagus dan menarik,” kata Deden kepada Radar Banten saat melakukan penilaian di lokasi.

Roni menilai, dengan semangat dan kekompakan warga dalam menata lingkungan, membuat kampung-kampung di Kota Serang menjadi bersih, indah, aman, bahkan berpotensi menjadi destinasi wisata. “Baru penilaian tahap pertama saja hasilnya sudah kelihatan bagus, apalagi nanti pas tahap kedua Agustus nanti,” katanya.

Ia mengimbau agar warga tetap menjaga serta meningkatkan kondisi lingkungan menjadi lebih baik. Jangan sampai saat penilaian tahap kedua kondisinya jadi jelek lagi. “Harus konsisten, aje kendor,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Ketua tim 8 juri LRLA Ipda Deden Sahrul dari Polres Serang Kota. Ia mengatakan, semua aspek kebersihan dan keamanan lingkungan meliputi penghijauan, partisipasi akrif warga, penataan lingkungan, serta siskamling harus terus dilaksanakan. “Jangan cuma pas penilaian doang bagus, tapi terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya di lokasi penilaian.

Deden berharap, dengan adanya LRLA Kota Serang 2020, keamanan di seluruh lingkungan di Kota Serang bisa kondusif. Meminimalisasi kasus kriminalitas, serta mampu mencegah penyebaran narkoba. “Karena keamanan bukan cuma tugas kepolisian dan pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama,” katanya.

Menangapi itu, Ketua RT 01 Lingkungan Kelapa Dua, Kelurahan Kagungan, Rukman berjanji agar tetap menjaga semangat gotong royong warga. “Kita bakal tetap kompak dan semangat menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,” tegasnya.

Hal itu juga senada disampaikan Ketua RT 03 Lingkungan Sukajadi, Kelurahan Kagungan, Laila Partini. Kata dia, bukan hanya pemuda dan bapak-bapak yang aktif menjaga lingkungan, tapi juga ibu-ibu turut berpartisipasi menciptakan penghijauan. “Kalau di lingkungan saya, yang paling semangat menanam pohon tuh ibu-ibunya,” kata Laila.

Laila berharap, LRLA mampu memotivasi warga untuk peduli dan mau mengembangkan penghijauan dengan menanam tanaman obat keluarga (Toga) agar bisa dimanfaatkan untuk bersama. “Supaya kalau ada yang sakit enggak langsung ke klinik, tapi bisa pakai cara herbal dulu kayak orangtua dulu,” pungkasnya. (mg06/air)