Foto : Visit OK

Menurut kalender China, 2019 ini adalah tahun babi, tepatnya Babi Tanah. Tanah ini dipercaya sebagai tahun yang bagus untuk berinvestasi dan keuangan. Selain itu tahun ini juga dianggap membawa kasih sayang sepanjang tahun.

Setelah era tahun Anjing Bumi 2018 berlalu, kini saatnya Babi Tanah yang mengambil alih. Babi Tanah ini juga merupakan shio yang terakhir dari siklus zodiak China. Tahun 2019, penanggalan China kuno memasuki tahun baru Imlek 2570. Tahun ini konon merupakan tahun Babi kayu berelemen tanah negatif.

Karena merupakan putaran terakhir dalam 12 zodiak China, tahun ini dipercaya sebagai pertanda untuk rehat sejenak dan menganalisa serta berpikir mengenai hal-hal yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar nantinya kita siap memulai lagi di putaran berikutnya.

Siklus shio Babi ini terjadi pada 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, 2019, dan 2031 nanti. Tahun ini juga dipercaya merupakan tahun yang baik untuk mereka yang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, ketimbang mereka yang terlalu berani mengambil resiko.

Babi sangat tahu apa yang harus dilakukan di tahunnya. Babi berusaha menyeimbangkan antara kerja dan istirahat. Hanya babi masih akan tetap pada hobi makannya. Babi juga bakal bersinar di tempat kerja, juga berhasil saat mengerjakan bisnis sampingan. 

Babi terkadang terlalu merendah meski hasil yang diraihnya membuat orang berdecak kagum. Sisi baiknya Babi juga banyak bersedekah dari keuntungan yang didapat. Saking baiknya, Babi selalu menganggap semua orang memiliki sisi positifnya. Babi bisa menjadi sosok penenang dengan kepribadiannya yang meneduhkan di tahun politik panas ini. 

Babi selalu berkepala dingin dan punya banyak cara untuk membuat aksi yang menyebarkan kebaikan. Yang harus diperhatikan Babi adalah pentingnya kehadiran pasangan untuk menyeimbangkan hidup. Babi cenderung kesepian dalam kehidupan pribadi dan tak mau memberi celah karena tak mau dikasihani.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, ahli astrologi China kuno Budiyono Tantrayoga atau akrab disapa Suhu Tan menjelaskan, Shio Babi dipengaruhi rasi bintang Tai shu atau berarti usia nahas. Dalam astronomi barat dikenal juga dengan rasi bintang Jupiter.
“Kalau suatu shio kena Tai Shu, biasa diterjemahkan usia nahas artinya tidak bagus,” kata Suhu Tan kepada  di Suhu Tan Fengshui Consultan, Jakarta, beberapa waktu lalu. 
Dalam hal kesehatan Suhu Tan bilang, pada tahun ini akan banyak faktor yang mengganggu kesehatan orang dengan Shio Babi. “Ada risiko apes, gampang kena musibah dan kecelakaan, dan sakit,” ujar Suhu Tan.
Untuk menghindari hal ini, Suhu Tan menyarankan pemilik Shio Babi harus terus berhati-hati, mawas diri, dan jangan teledor. Fokus, konsentrasi serta penuh perhitungan akan menjauhkan Shio Babi dari bahaya.
Mengonsumsi makanan bergizi dan multivitamin juga dapat mencegah dari serangan penyakit.
Dalam hal asmara, kehidupan cinta Shio Babi juga tengah dingin. “Jadi, ada risiko terjadi keretakan dan komunikasi yang tidak bagus,” ucap Suhu Tan yang juga merupakan pakar fengshui.
Bagi yang sedang pacaran dan belum memiliki komitmen untuk menikah, ada risiko untuk putus dan kandas di tengah jalan.
Sementara karier, di sisi lain, Shio Babi justru memiliki rezeki dan keberuntungan yang bagus. Menurut Suhu Tan, Shio Babi memiliki peluang karier, bisnis, kesempatan kerja yang dapat menimba keberuntungan pada tahun ini. (Zee)