Suasana malam tahun baru di Alun-alun Kota Serang.

Lampu temaran di beberapa sudut kota sejak petang mulai dihidupkan. Barisan lampu hiasan bertengger di ujung pagar Kantor Pemerintah Kabupaten Serang, juga ikut meromantiskan Alun-alun Barat Kota Serang.

Jalanan sudah ditutup oleh personel gabungan. Diberlakukan car free night. Bulan membentuk wajah aslinya menyemburatkan cahaya seolah sedang menyoroti kerumunan manusia di bawah pusat yang menjadi tempat malam pergantian tahun baru. Ibukota Provinsi Banten, masih menjadi daya tarik pengunjung untuk melewati detik-detik dimulainya tahun 2018.

Perayaan malam tahun baru dihelat juga, Festival Banten Indie Clothing. Ratusan pakaian anak muda dari brand ternama ada disini. Festival ini menawarkan puluhan music performance dari penyanyi dan band yang kekinian. Seperti Fourtwenty, KillMS feat AIU dan Pee Wee Gaskins. Semakin menambah kemeriahan malam puncak tahun baru. Para pedagang tumpah ruah di atas trotoar menyediakan aneka makanan maupun minuman. Di sepanjang Jalan Diponegoro, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) sempat ditertibkan oleh Polresta Kota Serang agar tidak memakan badan jalan, hal ini untuk memberikan ruang bagi kendaraan.

Momen car free night, masyarakat memanfaatkan jalanan dengan lesehan untuk bersuka ria bersama teman, sahabat, keluarga bahkan pasangan muda-mudi. Suasana jalan raya yang biasa dilalui kendaraan, pada malam itu juga, disulap menjadi lapangan luas khusus perayaan malam tahun baru. Beberapa halaman kantor seperti Pemkab Serang, Museum Negri Banten dan Pos Serang dijadikan kantong-kantong parkir, baik kendaraan roda empat mapun roda dua.

Kabid Pengendalian Operasional dan Lalu Lintas Perhubungan Jalan Dinas Perhubungan Kota Serang Heru Najaya mengatakan, kantong parkir ini disediakan untuk memberi kenyamanan pada masyarakat pada malam pergantian tahun baru 2017 menuju 2018. “Termasuk untuk mengamankan tempat parkir sekiranya bisa menganggu kelancaraan kegiatan, di-back up oleh TNI, Polri beserta Satpol PP,” kata dia di halaman Pemkab Serang, Kota Serang, Minggu (31/12).

Pada pukul 22:45, Minggu (31/12) volume kendaraan di sekeliling pusat kota meningkat tajam. Jalanan lengang berubah menjadi lautan roda dua dan roda empat. Personel gabungan, terus mengatur lalu lintas yang sudah dikaji sedemikian rupa untuk mengantisipasi lonjakan. Ruas pada malam itu padat merayap. Padatnya kendaraan di beberapa titik jalan dan tumpahnya ribuan manusia memadati Alun-alun kota, melahirkan beberapa insiden seperti hilangnya seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun.

Selang beberapa jam kemudian, anak yang dikabarkan hilang dari pangkuan orangtua kembali ditemukan masih di sekitar Alun-alun. Selain itu, dua Anak Baru Gede (ABG) sempat melakukan kegaduhan, memecahkan botol minuman keras. HI (16) dan SP (17) sudah mabuk. Beruntung personel dari Polres Serang Kota berhasil mengamankan dua ABG asal Tanara, Kabupaten Serang itu agar tidak melakukan hal yang merugikan pengunjung lainnya.

Menjelang pukul 00:00 WIB, masyarakat yang sedari tadi menunggu momen malam pergantian tahun baru bersiap-siap memegang kembang api. Mereka berkumpul di titik car free night Alun-alun Barat Kota Serang. Malam itu, menjadi malam kemeriahan bersama, malam kemenangan bagi semua, karena segala resolusi akan dan sudah dipanjatkan dari hatinya masing-masing.

Barangkali, ada yang ingin segera menikah, ingin melanjutkan kuliah, ingin mendapatkan pekerjaan, ingin gajinya naik, ingin ke luar negri atau bahkan ingin badannya langsing pada 2018 ini. Semua harapan dan angan digenggam erat-erat. Berharap semua keinginan terwujud dengan usaha berlantun doa.

Hingga akhirnya, asa yang digenggam erat dalam-dalam itu, hempas bersama letupan kembang api yang mengudara kemudian membuat lukisan indah di atas langit, dan hitungan mundur menggema seolah menggambarkan semangat mengawali datangnya tahun baru ini. Tiupan terompet pun memantik rasa kebahagiaan.

Tidak terkecuali bagi Ana (23), perempuan asal Taktakan, Kota Serang ini rela datang sejak siang, demi menghindari volume kendaraan yang berlebih dan menimbulkan kemacetan. Ia sudah lama merindukan malam pergantian tahun baru di jantung kota.
“Jujur, saya belum pernah melewati malam tahun baru disini (Alun-alun Barat Kota Serang-red). Biasanya menghabiskannya di rumah saja bersama keluarga. Kali ini, saya ingin merasakan satu hal berbeda. Menikmati hingar bingar malam, pesta kembang api dan keramaian, dan tentu saja menyimpan harapan,” kata dia sambil melihat ke arah langit berlukis rembulan.

Pertengahan malam itu, Ana melihat kembang api meletup-letup berhamburan. Berhembus di atas langit, menimbulkan gemericik percikan api yang menyala tapi romantis. Ia bersama sahabatnya bersemangat mengawali kisah 2018 yang entah. Selamat Tahun Baru! (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).