Tahun Baru, Polres Serang Kota Awasi Penjual Petasan

0
471 views
Pedagang petasan (ilustrasi).

SERANG – Sebanyak 320 personel polisi akan dikerahkan untuk mengamankan malam pergantian tahun 2016-2017 di Kota Serang. Ratusan polisi itu ada yang ditugaskan di beberapa titik rawan dan ada yang mobile.

“Jumlah itu di luar personel polsek. Di antaranya, 170 personel Polres Serang Kota, dua peleton Brimob, satu SSK (satuan setingkat kompi-red) dari Direktorat Sabhara Polda Banten, dua peleton kecil berjumlah 40 personel dari Ditlantas Polda Banten, dan anggota serse serta intel Polda Banten,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin, Kamis (29/12).

Ratusan polisi dibagi menjadi dua tim. Yakni, tim stasioner yang akan ditempatkan di objek vital dan tim yang terus bergerak mengamankan wilayah. “Tugasnya memperhatikan kegiatan masyarakat. Bila ditemukan ada pelanggaran, akan dilakukan imbauan, teguran, hingga penangkapan,” jelas Komarudin.

Polres Serang Kota juga akan dibantu oleh personel TNI, Satpol PP Kota Serang, Dishub Kota Serang, dan Damkar Kota Serang. “Termasuk peran serta dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah, yang nantinya, bersama-sama kita mengamankan malam pergantian tahun,” ujar Komarudin.

Dia mengimbau masyarakat yang akan merayakan tahun baru 2017 untuk tetap mengikuti norma hukum dan sosial. “Seperti diketahui, masyarakat Banten dikenal sebagai masyarakat yang religi,” ujarnya.

Komarudin mengaku telah memetakan beberapa titik rawan di wilayah hukum Polres Serang Kota pada malam pergantian tahun, 31 Desember nanti. Di antaranya, beberapa lokasi di Kecamatan Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, dan Kecamatan Kramatwatu.

“Kegiatan kebaktian juga masih akan berlangsung. Salah satunya, di Gereja HKBP, tepat bersamaan malam pergantian tahun,” ujar Komarudin.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban pada malam pergantian tahun, Polres Serang Kota tengah memantau penjual petasan. Tindakan tegas akan dilakukan jika petasan yang dijual dinilai berpotensi menimbulkan bahaya.  “Kalau melebihi standar, kita akan lakukan tindakan seperti penyitaan,” tegas Komarudin.

Potensi kemacetan lalu lintas juga menjadi pembahasan Polres Serang Kota dan Dishub Kota Serang. Kedua instansi ini masih membicarakan rencana rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan. “Kemungkinan rekayasa lantas apa yang bisa dilakukan, pengalihan arus atau penutupan jalan agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan,” tutup Komarudin. (Merwanda/Radar Banten)