Bupati Iti Octavia Jayabaya menyerahkan kenangan-kenangan kepada Saepullah Saleh pada acara pelepasannya sebagai Asda I Pemkab Lebak, kemarin. Saepullah diganti karena memasuki masa pensiun pada 1 April 2017.

RANGKASBITUNG – Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Setda Lebak Saepulah Saleh memasuki masa purna atau pensiun per 1 April 2017. Selain Saepulah, tahun ini ada 73 pejabat eselon II, III dan IV memasuki masa purna alias pensiun.

​Terkait itu, Bupati Iti Octavia Jayabaya pun harus bekerja ekstra keras untuk mencari sosok figur pengganti. “Saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas Pak Saepulah selama menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN),” ujar Bupati Iti Octavia Jayabaya dalam pelepasan Asda I Setda Lebak yang digelar di aula Multatuli Setda Lebak, Jumat (31/3).

​Kata Iti, selama menjalankan tugas sebagai ASN, mantan kepala BKD Lebak itu telah membantu pemerintah daerah dalam melanjutkan percepatan pembangunan di berbagai sektor. “Terakhir, gelaran pilkades serentak di Lebak berjalan lancar dan aman. Salah satunya berkat kinerja pak Saepulah yang cukup baik,” ujarnya.

​Mantan anggota DPR RI itu berpesan kepada para ASN untuk berkomitmen menjalankan tugas sebagai ASN untuk melayani masyarakat. Apalagi, Pemkab Lebak sedang giat melanjutkan percepatan pembangunan agar Lebak lepas dari sebutan daerah tertinggal. “Saya minta kepada ASN untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik. Jangan ingin dilayani masyarakat, tapi harus menjadi pelayan masyarakat,” tukasnya.

​Sementara itu Saepulah Saleh membenarkan bahwa ia memasuki masa pensiun yang berarti harus mengakhiri masa tugasnya sebagai seorang ASN di lingkungan Pemkab Lebak. “Per 1 April saya pensiun sebagai ASN,” ujar mantan Kepala BKD Lebak itu.

​Kata dia, selama berkarir sebagai abdi negara dirinya merasa puas lantaran telah menjadi salah satu pelaku sejarah berkembangnya Kabupaten Lebak, khususnya dalam 13 tahun terakhir ini. Di mana perkembangan Lebak begitu pesat baik dari segi infrastruktur jalan maupun sejumlah perkantoran dapat berdiri megah.

“Kini, Lebak jauh lebih maju, Lebak yang identik sebagai daerah tertinggal kini telah mampu membangun kantor pemda yang cukup representatif, RSUD Adjidarmo, kantor Disdukcapil, Bazda Lebak, Alun-alun Multatuli, dan Masjid Agung. Diteruskan dengan kantor perpustakaan dan Museum Multatuli,” tukasnya.

​Kabid Pembinaan dan Data Informasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Lebak Fuad Lutfi mengatakan, tahun ini ada 74 pejabat dari eselon II, III dan IV memasuki masa purna alias pensiun. “Ya, tahun ini ada dua pejabat eselon II yang pensiun, dari total 74 pejabat yang pensiun mulai dari eselon II, III dan IV,” ujar Fuad Lutfi.

​Dijelaskannya, pada 2017 ini ada 324 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Lebak yang akan pensiun. Di mana, 74 di antaranya berstatus sebagai pejabat. Pensiunnya 74 orang pejabat itu, sebut Fuad, telah diantisipasi Baperjakat dengan mempersiapkan sejumlah nama pejabat yang akan mengisi tempat yang ditinggalkan. Sehingga, dengan pensiunnya puluhan pejabat itu tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. “Tentunya, pemkab telah mempersiapkan nama calon penggantinya. Penggantinya, telah melalui tahap seleksi yang cukup ketat,” ujarnya. (Nurabidin/Radar Banten)