Menristekdikti Mohamad Nasir memberikan surat keputusan pembukaan fakultas kedokteran kepada Rektor Untirta Soleh Hidayat, di Kampus Untirta, Kota Serang, Jumat (10/5). (Qodrat/Radar Banten)

SERANG – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) Mohamad Nasir menyerahan Surat Keputusan Menristek tentang Izin Pembukaan Program Studi Fakultas Kedokteran (FK) Untirta di gedung auditorium Untirta, Jumat (10/5).

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Banten Wahidin Halim, Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banten, serta tamu undangan lainnya.

Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat mengatakan, keinginan adanya FK sejak Untirta berdiri. Namun, usulan itu baru diproses pada 2017 saat Gubernur bersama Komisi V DPRD Banten dan jajaran Rektorat Untirta datang bertemu Menristek.

Tak hanya sekadar menemui menteri, Gubernur juga berkomitmen memberikan hibah minimal Rp50 miliar, bahkan bisa mencapai Rp100 miliar. “Apalagi, APBD Provinsi Banten mencapai Rp12 triliun, dengan PAD sebesar Rp7 triliun,” tutur Sholeh.

Kata dia, tahun ini akan dibuka penerimaan mahasiswa baru FK Untirta sebanyak 50 orang dari jalur mandiri pada Juni-Juli nanti. Dari jumlah itu, 40 orangnya utusan dari kabupaten kota yang dibiayai pemerintah daerah masing-masing. Sedangkan sisanya masyarakat umum.

Ia berharap, pemerintah kabupaten kota mengirimkan utusan terkait untuk diseleksi. “Standarnya sama dengan UI (Universitas Indonesia-red),” tuturnya.

Sholeh mengaku akan terus melakukan sosialisasi dengan daerah. Bagi mahasiswa baru yang akan masuk akan dikenakan uang pembangunan minimal Rp125 juta dan uang semester minimal Rp25 juta. Lokasi kampus FK berada di Kota Cilegon dekat dengan Fakultas Teknik Untirta. (Rostinah)