Tahun Ini, Jalan Cipacung-Pakuhaji Dibangun

Dibiayai APBD Senilai Rp6,2 Miliar

RUSAK: Sejumlah pengendara roda dua berhati-hati melintas ruas Jalan Cipacung-Pakuhaji yang kondisinya rusak parah di Kampung Cipacung Dua, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Rabu (5/4). FOTO: HERMAN/RADAR BANTEN

MAJASARI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memastikan, tahun ini instansinya akan membangunan Jalan Cipacung-Pakuhaji sepanjang tiga kilometer. Anggaran pembangunan jalan penghubung Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, dengan Desa Saninten, Kecamatan Kaduhejo ini, berasal dari APBD Pandeglang 2017, sebesar Rp6.235.269.000.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang Anwari Husnira membenarkan jika ruas Jalan Cipacung-Pakuhaji akan segera dibangun. Kata dia, rencana pembangunan ruas jalan itu menindaklanjuti aspirasi masyarakat Cipacung dan Pakuhaji yang disampaikan melalui pemerintah kecamatan setempat. “Paling lambat pertengahan tahun ini pembangunan sudah akan bisa dimulai,” katanya.

Anwari mengimbau masyarakat untuk ikut andil dalam pengawasan. Kemudian, setelah pembangunan selesai, seluruh warga khususnya masyarakat setempat diharapkan bisa melakukan perawatan. “Rencana pembangunan ini tak datang sendiri, tapi hasil kerja keras Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran terkait. Karenanya, penting jika setelah selesai dibangun dilakukan perawatan dengan optimal,” katanya.

Ditemui terpisah, Camat Majasari Neneng Nuraeni menyambut baik rencana pembangunan ruas jalan di wilayahnya. Ia mengatakan, memang sudah layak Jalan Cipacung-Pakuhaji dibangun, karena sudah 15 tahun jalan tersebut dalam kondisi rusak. “Alhamdulillah anggarannya sudah tersedia,” kata Neneng kepada Radar Banten, Rabu (5/4).

Neneng berjanji akan melakukan pengawasan saat pengerjaan proyek dilaksanakan. Hal itu, kata dia, agar hasil pekerjaannya berkualitas. “Kita pasti lakukan pengawasan proyek tersebut, ketika pekerjaan sudah berjalan, agar kualitasnya bagus,” katanya.

Neneng memastikan, jika pembuatan Jalan Cipacung-Pakuhaji dilakukan asal-asalan maka akan berdampak buruk terhadap warga selaku penerima manfaat. “Soalnya, jalan yang baru dibangun tidak akan dapat dinikmati dalam waktu lama,” katanya. (Herman/Radar Banten)