Tahun Politik, Iklim Investasi di Banten Stabil

Kepala BKPMPT Banten Babar Suharso menemui salah satu investor asing belum lama ini.

SERANG – Tahun 2016 merupakan tahun politik jelang pilkada serentak 2017. Kendati begitu, iklim investasi di Provinsi Banten tetap stabil pada semester I tahun 2016. “Alhamdulillah, iklim investasi hingga Juni lalu mencapai Rp27,2 triliun,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso, Senin (22/8).

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) per April-Juni triwulan II 2016, pergerakan investasi di Provinsi Banten terus mengalami tren kenaikan, bahkan mengalami peningkatan pada 2016.‎ Nilai investasi untuk penanaman modal asing (PMA) mencapai USD749,88 juta dari 773 proyek. Seperti triwulan pertama, PMA Banten masih pada peringkat ketiga secara nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada semester I (Januari-Juni) 2016, PMA Banten masih menempati urutan tiga besar dengan capaian USD1.650,5 juta juta dari 1.105 poyek.

Sementara, nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp665,18 miliar dari 163 proyek. PMDN Banten melompat jauh pada urutan ke-17 yang sebelumnya berada di urutan keempat. Pada semester I (Januari-Juni) 2016, realisasi investasi PMDN Banten menempati urutan ketujuh dengan capaian investasi sebesar Rp4,92 triliun dari 241 proyek. “Jika diakumulasi, total realisasi investasi triwulan II 2016 di Banten sebesar Rp10,8 triliun dari total semester I yang mencapai Rp27,2 triliun,” ungkap Babar.

Meskipun nilai investasi setiap daerah di Banten cenderung fluktuatif, lanjut Babar, daerah yang memiliki kawasan industri nilai investasi tetap terjaga seperti Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang.

Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMDN adalah industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan sebanyak 44 proyek dengan nilai investasi Rp189,3 miliar. Pada semester I 2016, sektor investasi PMDN terbesar bergerak di sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebanyak 55 proyek dan nilai investasi sebesar Rp778,5 miliar. Sementara pada PMA, sektor investasi mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan reparasi sebanyak 181 proyek dengan nilai investasi USD4,3 juta. Pada semester I 2016, sektor investasi PMA terbesar bergerak di sektor reparasi dan perdagangan sebanyak 250 sektor dan nilai investasi sebesar USD7.9 juta.

Dari sebaran investasi pada April-Juni 2016, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar 236, 8 juta dan 82 proyek, disusul berturut-turut Kabupaten Serang sebesar USD229,5 juta dan 143 proyek, Kabupaten Tangerang sebesar USD146,5 juta dan 349 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar USD64,5 juta dan 80 proyek, Kota Tangerang sebesar USD27,7 juta dan 189 proyek, Kota Serang sebesar USD25,5 juta dan sepuluh proyek, Kabupaten Lebak sebesar USD19,2 juta dan 12 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar USD93 ribu dan satu proyek.

Pada PMDN, Kota Cilegon menempati urutan pertama dengan realisasi investasi tertinggi di Banten. Dengan perincian, nilai investasi Kota Cilegon sebesar Rp293 miliar dan 15 proyek, Kabupaten Tangerang sebesar Rp267 miliar dan 89 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp63,8 miliar dan 29 proyek, Kota Tangerang sebesar Rp34 miliar dan 36 proyek, Kabupaten Lebak sebesar Rp5,2 miliar dan enam proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp1,3 miliar, dan Kota Serang Rp443 juta dengan lima proyek.

Sebelumnya, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan,‎ ada banyak potensi besar tersimpan di Banten yang menjadi magnet bagi para investor. Kenyataan itu dibuktikan dengan masuknya Banten dalam 12 proyek nasional. Salah satu proyek sedang berjalan itu misalnya pembangunan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,9 kilometer. “Dampaknya akan menimbulkan potensi investasi di sektor lainnya, salah satunya investasi real estate,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan investasi di sektor pembangunan perumahan, pertokoan, dan perkantoran di Banten terus menggeliat. Terbukti, berdasarkan LKPM yang diterima oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada semester I 2016, realisasi investasi PMA sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar USD12.9 juta dengan 12 proyek. “Artinya, investasi sektor real estate di Banten potensial dan mampu menarik investor asing,” jelas Rano. (Deni S/Radar Banten)