Tak Ada Anggaran, Longsor di SDN Surakarta 1 Belum Ditangani

Sekolah Longsor
Longsor di halaman SDN Surakarta 1 semakin mengkhawatirkan, kemarin. (Foto: Herman)

PAGELARAN – Dede Sumantri, anggota Komisi IV DPRD Pandeglang mengaku kecewa dengan belum ditanganinya ancaman longsor yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Surakarta 1. Ia berjanji akan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk menanyakan masalah tersebut. “Saya prihatin dengan kondisi tiga ruang kelas yang berada di Kampung Walang, Desa Surakarta yang saat ini akan longsor,” katanya kemarin, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Ia menceritakan, di musim penghujan seperti sekarang ini, fondasi bangunan sekolah sedikit demi sedikit mulai terkikis. “Saya sangat yakin jika tidak segera ditangani, lambat laut tebing yang tinggal 50 setimeter lagi dari fondasi sekolah akan mengalami longsor,” katanya, Jumat (12/2/2016), seraya mengatakan, keselamatan 82 orang siswa juga sangat terancam.

Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Pendas) Dindikbud Kabupaten Pandeglang Maman Abdurahman mengatakan, pihaknya belum bisa menangani dengan membuat TPT di sekitar lokasi SDN tersebut, karena ketiadaan anggaran. “Kami tidak memiliki anggaran untuk pembuatan TPT. Namun, hal itu sudah kami koordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Menurutnya, Dindikbud bisa saja mengalokasikan anggaran untuk penanganan longsor di sekitar kawasan gedung sekolah itu, tetapi harus seizin dari kepala dinas. “Setahu saya, kepala dinas masih melakukan upaya untuk penangan,” katanya. (RB/mg-05/zis/ags)