Kepala Disdagperinkop Kota Serang Akhmad Benbela.

SERANG – Dana pematangan lahan tidak masuk APBD tahun 2016, pembangunan pasar tradisional di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tetap berjalan.

“Memang sebelum pembahasan anggaran 2016 terkait pematangan lahan tidak masuk. Namun saat sosialisasi teknis di Kementerian Perdagangan, pematangan lahan dapat dilaksanakan dulu, tapi tercatat kegiatannya, nanti dibayar anggaran perubahan,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disdagperinkop) Kota Serang Akhmad Benbela di kantornya, Jumat (5/2/2016).

Menurut Benbela, pembangunan Pasar Margaluyu harus terealiasi. Jika tidak, Pemkot akan malu. Sudah diberi bantuan untuk bangun pasar tradisional, tapi tidak terealisasi. Sedangkan untung anggaran pematangannya diperkirakan Rp100 juta.

“Malu nanti kalau tidak jadi. Kesannya main-main. Sudah minta bantuan tapi tidak dilaksanakan. Berbeda halnya bila lahannya sudah siap, tidak perlu ada pematangan, seperti Pasar Cigoong. Itu lahannya sudah siap tidak usah dimatangkan,” kata Benbela.

Pemkot Serang pada 2016 akan merevitalisasi dua pasar tradisional dan membangun dua pasar baru. Untuk mengejar target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), agar di setiap kecamatan memiliki pasar tradisional, Pemkot merevitalisasi dan membangun Pasar Cigoong Kecamatan Walantaka, Pasar Margaluyu Kecamatan Kasemen, Pasar Kalodran Kecamatan Walantaka, dan Pasar Banjar Asri di Kecamatan Cipocok Jaya. (Fauzan Dardiri)