Simulasi UNBK di salah satu SMP di Lebak.

LEBAK – Sebanyak 23 sekolah menengah pertama (SMP) di Lebak masih melaksanakan ujian nasional berbasis kertas pena (UNKP). Sekolah tersebut tidak ujian nasional berbasis komputer (UNBK) karena tidak ada jaringan internet dan listrik.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak Didi Rustiadi mengatakan, persiapan UNKP dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sudah mencapai 100 persen. Jumlah siswa yang ikut UNKP sebanyak 1.016 siswa dengan rincian 767 siswa sekolah negeri dan 263 siswa sekolah swasta. Rencananya, soal untuk ujian nasional akan datang pada 19 April 2019. Soal tersebut akan langsung didistribusikan ke 23 sekolah yang akan menggelar UNKP di Lebak.

“23 sekolah di Lebak masih menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas atau UNKP. Insyaallah tanggal 19 April soal akan datang dan didistribusikan ke 23 sekolah di Lebak,” kata Didi Rustiadi kepada Radar Banten, Kamis (18/4).

Didi mengungkap, sekolah yang menyelenggarakan UNKP karena terkendala prasarana di sekolah. Kedua, secara geografis wilayah Lebak belum tersentuh jaringan internet dan paling terasa adalah persoalan listrik. Bahkan, pada saat uji coba UNBK di beberapa wilayah, listrik padam sehingga mengganggu kegiatan uji coba UNBK.

“Jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK di Lebak sebanyak 179 sekolah. 105 sekolah gelar UNBK mandiri, sedangkan sisanya numpang di sekolah lain,”

Jumlah siswa yang ikut UNBK kurang lebih sebanyak 14.622 orang, dengan rincian siswa sekolah negeri sebanyak 13.197 orang dan 683 orang dari sekolah swasta. Dia berharap, pelaksanaan ujian nasional di Lebak berjalan dengan aman dan lancar. Terpenting, semua siswa dapat lulus dengan hasil memuaskan.

“Sekolah yang belum menggelar UNBK sebenarnya ingin melaksanakan UNBK. Namun, banyak terkendala prasarana, termasuk pasokan listrik yang tidak stabil. Kita sudah antisipasi dengan menyurati PLN agar pada pelaksanaan UNBK nanti pasokan listrik normal,” harapnya.(Mastur)