Tak Cicipi Warisan Mertua, Istri Dicerai

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Tak Pernah Bertemu

Jonad (58), nama samaran, mengangkat tas berisi pakaiannya, lalu memasukkannya ke dalam mobil pribadi. Di saat yang sama, Dina (48), juga nama samaran, membawa ketiga anak mereka masuk ke dalam taksi yang sudah menunggu di depan rumah mereka. Dina meminta sopir taksi membawanya ke arah timur, sedangkan Jonad mengarahkan mobl pribadinya ke barat.

Sejak itu, dua pasangan yang telah resmi bercerai itu tidak pernah bertemu lagi, setelah pengadilan agama menyetujui gugatan cerai talak yang dilayangkan Jonad pada 2011. Perpisahan Jonad dan Dina tanpa meninggalkan kesan apa pun.

“Saat proses perceraian, kami masih satu rumah tapi pisah ranjang. Setelah resmi cerai, saya dan Mas Jonad sepakat meninggalkan rumah yang kami tinggali selama ini,” kata Dina.

Rumah tangga Dina dan Jonad sempat berjalan selama belasan tahun. Tapi, rasa cinta di antara mereka hanya berlangsung selama beberapa tahun setelah menikah. Jonad dan Dina tetap bersatu dalam hubungan suami istri karena harta orangtua Dina yang diincar Jonad.

“Mas Jonad itu ngebet dengan harta warisan orangtua saya. Itu yang membuatnya bertahan dengan saya. Dia sendiri yang bilang gitu,” tegas Dina.

Jonad memang seperti lelaki jahat. Tapi, dia melakukannya karena punya alasan. Menurut Dina, sikap mantan suaminya itu dipicu oleh perlakuan orangtuanya.

“Orangtua saya memang merendahkan Mas Jonad. Mereka menganggap, Mas Jonad tidak pantas untuk saya,” jelas Dina.

2. Married by Accident

Dina lalu menceritakan kisah rumah tangganya yang berakhir tragis itu. Bermula ketika Dina bertemu Jonad ketika mendaftar di sebuah perguruan tinggi di Serang. Saat itu, Jonad merupakan mahasiswa senior.

Singkat cerita, mereka berkenalan. Dina dan Jonad kemudian menjalin hubungan cinta, tapi kebablasan. Jonad senang berhubungan seks di luar nikah dengan Dina. Benih tertanam, Dina hamil.

Tak pelak, keluarga besar Dina kecewa dan malu luar biasa. “Saya ini anak pertama, banyak harapan dari orangtua kepada saya. Tapi, saya hamil oleh Mas Jonad. Itu membuat orangtua kecewa,” terangnya.

Perbuatan Jonad dianggap menodai keluarga besar Dina. Orangtua Dina merupakan tokoh masyarakat terpandang di daerahnya.

Untuk menutupi aib ini, orangtua Dina menikahkan anak perempuannya itu dengan Jonad. Orangtua Dina menggelar pesta pernikahan dengan megah selama dua hari dua malam. Orkes Melayu meramaikannya.

Maklum, pesta pernikahan yang sederhana juga dianggap akan memalukan keluarga besar Dina, selain juga untuk menutup aib lebih rapat. Dan cara itu memang sukses menutupi married by accident antara Jonad dan Dina.

Usai melakukan akad nikah, Jonad dan Dina tinggal di rumah mertuanya. Jonad awalnya enjoy. Satu pekan kemudian, Jonad mulai merasakan aroma tidak menyenangkan dari keluarga istrinya.

“Mas Jonad merasakan sendiri kalau orangtua saya tidak suka kepadanya. Makanya, dia minta saya ikut segera pergi dari rumah orangtua,” ujar Dina.

Jonad ambil rumah kontrakan tak jauh dari kampus, karena Jonad dan Dina tetap meneruskan kuliah.

Dari sisi finansial, mereka tidak terlalu mengkhawatirkannya. Orangtua Jonad dan Dina tetap mengirimkan uang kuliah.

Dina terlambat menyelesaikan kuliahnya karena dua kali hamil. Berbeda dengan kuliah Jonad yang berjalan lancar. Jonad cepat lulus dan bekerja di sebuah perusahaan di Serang.

3. Sering Di-bully Mertua

Mendapatkan dua anak membawa harapan besar bagi Jonad. Dia berharap, mertuanya tidak lagi benci dan mulai menerimanya sebagai mantu. Namun, harapan tinggal harapan. Orangtua Dina tetap tidak menganggap Jonad sebagai mantu. Jonad sering dihina. Saat momen Idul Fitri pun, orangtua Dina mem-bully Jonad.

“Kalau sudah bertemu, ibu bapak saya pasti merendahkan Mas Jonad. Mereka meminta kepada mantu lain agar tidak seperti dia,” jelas Dina.

Kesabaran Jonad habis. Dia marah besar dan mendendam mertuanya. Dia meminta Dina untuk tidak menemui orangtuanya lagi.

Dendam kepada mertua membuat Jonad jadi membenci Dina. Jonad terang-terangan mengatakan kepada Dina bahwa tidak mencintainya lagi. Akan tetapi, tidak akan menceraikan Dina. Alasan Jonad, perceraian akan membuat anak-anak mereka sedih.

Dina kebingungan. Tapi, wanita ini tetap menghormati Jonad sebagai suami. Dia hanya bisa menuruti keinginan Jonad. Harapan Dina, saat itu, cinta Jonad kepadanya bisa tumbuh kembali.

Seiring berjalannya waktu, rahasia sikap Jonad tidak menceraikan Dina terungkap.

Rahasia itu diketahui ketika orangtua Dina meninggal dunia. Semua harta mereka diwariskan kepada anak-anaknya, kecuali Dina. Soalnya, Dina sendiri yang tidak pernah menyambangi dan berkomunikasi dengan orangtuanya.

Hal ini membuat Jonad kembali marah besar. Kepada Dina, dia mengatakan bahwa penantiannya berakhir dengan sia-sia. Jonad tidak menceraikan Dina karena berharap dapat menikmati warisan mertuanya.

“Setelah orangtua meninggal, Mas Jonad melayangkan permohonan cerai. Saya tanya alasannya, dia bilang, karena saya tidak dapat warisan,” tutur Dina.

Sejak itu, Dina membunuh rasa cintanya kepada Jonad. Dia balik membenci suaminya. Perceraian mereka akhirnya berjalan lancar. Kini, Dina tinggal di rumah salah satu adiknya di Serang. (RB/quy/don)