Tak Dicairkan Koperasi, Pensiunan KS Pertanyakan Dana Simpanan Rp94 Miliar

0
2439

CILEGON – Sebanyak 246 pensiunan PT Krakatau Steel (KS) group menjerit akibat dana simpanan sebesar Rp94 miliar yang disimpan di Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel (Primkokas) tertahan.

Setiap orang, dana pensiunan yang tertahan oleh Primkokas mulai dari Rp300 juta hingga Rp1 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pensiunan, dana tersebut disimpan dalam program Simpanan Berjangka (Si Jaka).

Persoalan mulai diketahui saat para pensiunan akan menarik dana simpanan pada tahun 2019 lalu.

Namun, hingga saat ini usulan penarikan dana simpanan tidak kunjung dicairkan oleh pihak pengelola Primkokas. Padahal dalam aturan usulan penarikan dilakukan tiga bulan sebelum pengambilan dana.

“2019 ada info Primkokas terjadi penarikan uang, saya mengajukan pencairan ternyata sampai saat ini belum keluar. Di dalam kesepakatan Si Jaka kalau mau mencairkan tiga bulan sebelumnya, tapi semua itu hanya tulisan saja,” ujar salah satu pensiunan Tahyar Bunyamin, Selasa (9/3).

Upaya klarifikasi sudah dilakukan oleh sejumlah pensiunan kepada pihak manajemen koperasi hingga manajemen PT KS. Namun tidak ada kejelasan sama sekali.

“Kita memeprjuangkan hak kita harus melalui jalur formal. Legal formal sudah kita lakukan tahapan ke pengurus, secara pribadi sudah, secara kelompok sudah, sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ujar Tahyar.

Tahyar menjelaskan, tidak hanya program Si Jaka yang bermasalah, simpanan sukarela anggota koperasi pun sampai saat ini belum bisa dicairkan.

“Ternyata intinya uang itu tidak ada, kalau ada pasti dibayar, fee deviden juga tidak ada,” paparnya.

Pensiunan lainnya, Anwar menjelaskan, pihak pengelola koperasi mengaku uang Rp 94 miliar dimasukan ke dalam keuntungan Primkokas, selanjutnya dibagikan untuk gaji dan sebagainya.

“Katanya salah manajemen. Menurut saya itu korupsi, masa dari 2010 begitu saja,” ujarnya.

Kemudian para pensiunan dijanjikan akan ada aset untuk pembayaran dana tersebut, namun nyatanya aset itu bermasalah.

Tidak puas dengan jawaban manajemen Primkokas, para pensiunan mengadu ke manajemen PT KS, namun jawabannya pun tidak memuaskan.

“Direktur KS hanya mengatakan kasihan juga yah pensiunan KS, tapi tidak disentuh, jadi sama siapa kita bergantung,” ujarnya.

Korban program Si Jaka itu berencana akan mengadukan persoalan itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dan Walikota Cilegon Helldy Agustian.

“Intinya kita ingin ada dukungan, agar uang bisa kembali. Gak neko-neko, hak kita kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Primkokas Syarip Rahman belum berhasil dikonfirmasi Radar Banten. Upaya konfirmasi melalui telepon dan What’s App belum direspon. (Bayu Mulyana)