Tak Dilengkapi Bukti Kepemilikan, Belasan Motor Dikandangkan

Petugas kepolisian memeriksa identitas dan barang bawaan pengendara saat menggelar Operasi Cipta Kondisi, di depan Polsek Serang, Kota Serang, Selasa (31/7) malam.

SERANG – Belasan sepeda motor terpaksa dikandangkan di Mapolsek Serang, Rabu (1/8) dini hari. Soalnya, belasan motor yang terjaring dalam Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di Jalan Ahmad Yani Nomor 64, Kota Serang, tidak dilengkapi bukti kepemilikan.

Petugas gabungan Polsek Serang, Taktakan, dan Cipocok itu memulai operasi sekira pukul 23.00 WIB. Usai memasang rambu tanda operasi, petugas mulai menghentikan pengemudi motor dan mobil yang sedang melintas di depan Mapolsek Serang.

“Operasi Cipkon jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Sasarannya, preman dan miras. Diharapkan operasi ini dapat menciptakan situasi kondusif dari gangguan kamtibmas,” kata Wakapolsek Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ransas Panjaitan.

Dijelaskan Ransas, operasi ini dilaksanakan secara rutin setiap hari hingga Asian Games rampung digelar. Operasi akan digelar di daerah-daerah di Kecamatan Cipocokjaya, Taktakan, Serang. “Bisa juga nanti digelar di Pakupatan. Tergantung situasi. Intinya, bagaimana menekan gangguan kambtimas dan aksi kriminal jalanan,” kata Ransas.

Dua pekan sebelumnya, kata Ransas, polisi mengamankan pengendara motor yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan miras. “Kita juga menindak pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat kendaraan,” tegas Ransas didampingi Kanitreskrim Polsek Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Juwandi.

Pantauan Radar Banten, puluhan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat terlihat kaget saat operasi digelar. Di antaranya, nekat menerobos adangan polisi. Ada juga pengendara motor yang putar arah dan melawan arus agar terhindar dari operasi. “Total hari ini ada 50 pemotor dan beberapa pengemudi mobil diperiksa. Tetapi, belum ditemukan sajam atau miras. Hanya ada 15 motor yang diamankan karena tidak membawa surat,” kata Ransas.

Setelah berhenti, pengemudi kendaraan bermotor diminta menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan kendaraan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap tubuh pengemudi dan penumpang dan barang bawaan. “Rata-rata tidak membawa identitas dan bukti kepemilikan kendaraan. Kami lakukan pendataan dan tindak,” kata Ransas.

Salah satu pemotor bernama Ajadin berdalih tidak menyadari ada pemeriksaan. Saat dihentikan petugas, pemuda asal Lopang, Kecamatan Serang itu tetap tancap gas. “Saya enggak tahu kalau ada razia. Bukan mau kabur pak, rumah saya dekat sini kok,” kata Ajadin. (Merwanda/RBG)