Tak Hanya Mengaji, Santri Harus Kuasai Teknologi

Gubernur Banten Wahidin Halim bersalaman dengan Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri didampingi Wakil Bupati Tangerang Mad Romli (kiri) dan Ketua Yayasan Pesantren Al-Badar ustaz Uwes Qurni (tengah) seusai menandatangani prasasti BLK Komunitas Pesantren di Pesantren Al Badar, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (10/9). FOTO: BIRO ARTP SETDA PROVINSI BANTEN FOR RADAR BANTEN

TANGERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim meminta agar santri baik di pesantren salafi maupun pesantren modern memiliki daya saing dengan membekali kemampuan di bidang teknologi. Di masa depan, teknologi memiliki peran makin strategis sehingga para santri jangan sampai ketinggalan.

Peningkatan SDM santri di bidang teknologi terbuka lebar, sebab pesantren sudah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas pesantren yang kemarin (10/9) diresmikan oleh Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri di Pesantren Al Badar, Dangdeur, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Serang.

Saat memberikan sambutan, Hanif menerangkan, BLK komunitas pesantren ini untuk mendekatkan akses vokasi atau keterampilan kerja santri dan masyarakat. “Tahun ini kami buat 1.000 titik BLK komunitas termasuk di pesantren. Ini sebagai bentuk komitmen Presiden kita Pak Jokowi menggenjot pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar daya saing anak-anak muda kita di pasar kerja dunia semakin diperhitungkan,” terangnya.

Hanif mengungkapkan, BLK komunitas pesantren ini dimaksudkan membantu alumni pesantren bisa diberi keterampilan, juga bisa dipakai untuk membantu masyarakat sekitar pesantren yang membutuhkan keterampilan. “Dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat bisa bekerja di industri atau memulai wirausaha. Itulah tujuan utama BLK komunitas pesantren. Agar anak muda dan masyarakat memiliki keterampilan dan kompetensi,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim. Wahidin menyambut baik bantuan pendirian BLK komunitas pesantren dari Kementerian Tenaga Kerja. “Para santri harus lebih semangat lagi, tidak hanya mengaji kitab kuning, tapi juga harus menguasai teknologi dan skill lain sehingga siap menjadi tenaga kerja ahli,” katanya.

WH menjanjikan akan memberikan bantuan fasilitas sesuai dengan kebutuhan di BLK tersebut. “Tadi saya berbicara dnegan pimpinan yayasan, kalau Pak Menteri memberikan bantuan BLK, kami akan memberikan bantuan lainnya. Sebelumnya juga kami sudah bantu 3.700 pesantren di Banten sekira Rp 20 juta, nanti akan kita tambah,” ungkapnya.

Mantan walikota Tangerang itu mengaku, kini sedang fokus memperbaiki tempat dan situs-situs penyebaran Islam di Banten. “Kami sudah perbaiki Banten Lama menghabiskan Rp200 miliar, sudah bagus, ada payung-payungnya, dan akan disambung ke Tanara makam Syekh Nawawi. Berikutnya nanti di Caringin, kemudian di Kronjo ada Pulau Cangkir juga akan diperbaiki. Jalannya dipermudah, diperlebar dan diperbaiki. Saya lagi mencari tempat-tempat situs perjalanan pejuang Islam yang akan diperbaiki agar bisa kita ziarahi,” bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pesantren Al-Badar Ustaz Uwes Qurni mengatakan, bantuan BLK komunitas pesantren membantu santri menguasai teknologi. “BLK ini sangat membantu, santri tidak hanya mengaji, tetapi juga bisa belajar teknologi,” katanya, Selasa (10/9).

Uwes menjelaskan, BLK komunitas dari Menaker RI berukuran 11×12 meter persegi dan memiliki beberapa ruangan. Dua ruangan laboratorium komputer, ruang kantor, ruang tamu, dan dapur. Sedangkan untuk komputer ada 16 perangkat komputer canggih dengan dua server, infokus, dan screen. “Total bantuan untuk bangunan Rp500 juta dan dalam bentuk barang perangkat komputer dan lainnya Rp500 juta juga. Semua fasilitas itu akan digunakan seluruh santri secara terjadwal. Semoga ke depan, pemerintah semakin memperhatikan lagi santri, karena Indonesia punya mental kuat yang dibentengi para santri,” jelasnya. (mg-04/alt/ags)