Tak Ikut Debat, Kandidat Disanksi

0
301 views

CILEGON – Pasangan calon (Paslon) Walikota Cilegon bisa dikenakan sanksi jika menolak mengikuti debat kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.

Hal itu disampaikan oleh Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten Eka Satialaksamana usai menghadiri Focus Group Discussion Penyusunan Tim Perumus dan Materi Debat Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon. Eka menjelaskan, sanksi itu diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11.

Dalam peraturan tersebut sanksi yang bakal dihadiahkan kepada kandidat yang ogah ikut debat adalah dipublikasikan oleh KPU ke khalayak umum jika paslon tersebut menolak mengikuti debat.

“Sanksi lainnya, KPU tidak menayangkan sisa iklan yang diakomodir oleh KPU,” ujar Eka, Selasa (13/10).

Menurut Eka, pada pelaksanaan debat nanti, KPU pun telah menetapkan tujuh tema untuk materi debat kandidat nanti. Tema itu meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyelerasan program pemerintah pusat dan daerah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan penanganan Covid-19.

Berkaitan dengan covid, pada pelaksanaan debat nanti hanya dihadiri enam orang dari setiap kandidat. Keenam itu sudah termasuk paslon.

Eka mengingatkan kepada KPU dalam memilih tim penyusun materi debat harus orang yang mempunyai integritas, kejujuran, kepakaran sesuai ahli, dan tidak boleh memihak.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cilegon, Irfan Alfi menjelaskan, pelaksanaan debat calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon akan dilaksanakan pada November mendatang.

Secara garis besar, pelaksanaan debat akan mengikuti PKPU serta petunjuk pelaksanaan teknis (juknis)  yang telah dibuat oleh KPU.

“Debat maksimal dilaksanakan sebanyak tiga kali, pelaksanaan bisa dilakukan di studio dengan jumlah peserta dibatasi,” ujar Irfan.

Namun sejauh ini, lanjut Irfan, belum ditetapkan seperti apa teknis pelaksanaan debat nanti. KPU Kota Cilegon masih mengkaji hal tersebut.

FGD tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya KPU Kota Cilegon dalam mempersiapkan pelaksanaan debat. Acara ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dan pakar politik. (bam/air)